22 July 2018

Rusia Munculkan Konspirasi terkait Pelaku Serangan Kimia di Douma

KONFRONTASI -  Di tengah ramainya isu serangan kimia di Douma yang menewaskan hingga 70 jiwa, negara-negara barat menyakini pelakunya adalah rezim Suriah dan sekutunya. Namun keterangan berbeda dimunculkan oleh sekutu setia Bashar Al Assad yaitu Rusia.

Seperti dikutip dari Anadolu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebutkan bahwa serangan di Douma dilakukan oleh negara-negara yang menyuarakan sentimen anti-Rusia. Ia mengklaim memiliki bukti atas informasi itu.

“Kami memiliki bukti kuat bahwa itu adalah pertunjukan. Dan pekerjaan khusus dari satu negara yang kini berada di garis depan menyuarakan sentimen anti-Rusia,” kata Sergey Lavrov kepada wartawan di Moskow pada Jumat (13/04/2018) tanpa merincikan negara yang diduga terlibat.

Sementara itu, terkait rencana serangan oleh AS ke Suriah, Lavrov berharap agar segala tindakan tidak dilakukan secara terburu-buru. Ia mengatakan, “Saya harap tidak ada yang berani mengambil langkah ceroboh seperti itu. Namun, meskipun demikian, bahkan ekses minor akan kembali menyebabkan gelombang migran baru ke Eropa.”

Ia pun meminta agar semua pihak menunggu hasil analisis dari badan pengawas senjata kimia OPCW yang telah mengirimkan tim khusus ke Douma untuk mengumpulkan bukti serangan 8 April lalu,

Sebagaimana diketahui, pasukan rezim Suriah telah menyerang Douma, Ghouta Timur dengan menggunakan gas beracun. Menurut White Helmets, lebih dari 70 sipil dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka.

Pada 24 Februari lalu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata selama sebulan di Suriah terutama di Ghouta Timur untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun demikian, resolusi itu tak diindahkan oleh rezim Suriah dan sekutunya. Di mana awal bulan ini telah berlangsung operasi besar untuk merebut Ghouta Timur dari tangan oposisi. Diperkirakan terdapat 400.000 orang yang hidup di Ghouta, daerah yang terletak di pinggiran Damaskus dan dikepung oleh rezim Suriah dalam lima tahun terakhir.(Jft/Kiblat)

Category: 
Loading...