21 June 2018

Rusia Beli 10 Pesawat Bomber Nuklir Supersonik Canggih

Konfrontasi - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya telah membeli 10 pesawat bomber nuklir supersonik. Hal itu diutarakannya pada Kamis, 25 Januari 2018.

Pesawat itu adalah Tupolev TU-160 M Strategic Bombers yang didesain Uni Soviet -- disebut dengan nama sandi Blackjack oleh NATO -- yang diremajakan dan dimutakhirkan.

Putin mengatakan, pembelian 10 pesawat supercanggih itu akan menguatkan kapabilitas nuklir Rusia. Demikian seperti dikutip dari Independent, Sabtu (27/1/2018).

"Pesawat itu adalah sebuah langkah serius untuk pemutakhiran dan memperkuat negara kita untuk mempertahankan diri," tambah Putin usai menyaksikan TU-160 beraksi dalam sebuah misi terbang simulasi pada Kamis kemarin.

Rusia telah membeli 10 pesawat itu dari firma industri militer Kazan Aircraft seharga 15 miliar rubel, setara Rp 3,5 triliun. Produk itu akan dikirim secara bertahap, mulai dari 2018 hingga 2027.

Putin juga dikabarkan telah melakukan inspeksi di pabrik Kazan Aircraft di Tatarstan, untuk mengecek proses pembuatan pesawat. Serta, pembangunan sejumlah infrastruktur baru yang didirikan untuk mempermudah pengoperasian TU-160, meliputi; landasan pacu, hangar, dan bengkel mutakhir.

Pesawat raksasa itu, yang mampu menekuk sayapnya ke belakang untuk memberikan efek kecepatan ekstra, merupakan rancangan Uni Soviet yang -- pada masanya -- akan digunakan untuk perang nuklir.

Versi mutakhir TU-160M mampu membawa 12 rudal jelajah atau 12 rudal jarak dekat. Pesawat itu juga bisa terbang 12.000 km tanpa henti, tanpa perlu mengisi bahan bakar di tengah perjalanan.

Varian teranyar, yang akan mengalami peremajaan signifikan terhadap persenjataan, navigasi, dan avioniknya, akan 60 persen lebih efektif daripada versi yang lama.

"TU-160 ... adalah senjata penggentar-jeraan dan sangat bagus bahwa Rusia dapat mulai membuatnya lagi," kata Rinat Khamatov, kepala Kazan Aircraft.

Rusia juga bertujuan untuk memproduksi versi modern dari pesawat tanker Il-78 -- bernama sandi Midas oleh NATO -- yang dapat membantu pengisian bahan bakar TU-160 di udara. (lptn6/mg)

Category: 
Loading...