Rudal Korut Hancur Saat Masuk Kembali ke Atmosfer

Konfrontasi - Rudal balistik antarbenua Korea Utara (Korut) yang terbaru tidak bertahan saat masuk kembali ke atmosfer bumi saat peluncuran uji coba tengah minggu ini. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Amerika Serikat (AS).

Pejabat tersebut menambahkan bahwa sekutu AS sedang mencari sisa-sisa hulu ledak setelah jatuh ke dekat pantai Jepang pada hari Rabu seperti dikutip dari Fox News, Minggu (3/12/2017).

Kabar tersebut menunjukkan jika rudal terbaru Korut, yang disebut Hwasong-15, tidak dapat membuat dampak pada daratan AS bahkan jika memiliki kemampuan menjangkau pantai Amerika. Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa rudal yang mempunyai bahan bakar dua tahap berpotensi mampu mencapai sasaran sejauh 8.100 mil, yang memuat Washington berada dalam jangkauan rudal.

Presiden Korsel, Moon Jae-in, berbagi penilaian negaranya dengan Presiden Donald Trump dalam percakapan telepon Kamis malam. Para pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat tekanan dan sanksi terhadap Pyongyang untuk mencegah ambisi nuklirnya, kantor kepresidenan Seoul mengatakan pada hari Jumat. 

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel yang menangani urusan terkait Korut, Eugene Lee mengatakan, pemerintah Seoul menganggap Pyongyang belum melewati "garis merah" atau melampaui batas dalam pengembangan senjata karena belum menyempurnakan ICBM-nya.

Korut mengatakan bahwa rudal tersebut mencapai ketinggian 2.780 mil dan terbang sejauh 600 mil, data penerbangan serupa dengan yang diumumkan oleh militer Korsel. Pyongyang menggambarkan ICBM barunya "lebih kuat" dari pada Hwasong-14, yang dua kali diuji coba oleh Korut pada bulan Juli.

"Hwasong-15 lebih panjang 56 kaki dari pada Hwasong-14, dan juga lebih besar, terutama pada tahap kedua, yaitu 2,62 kaki lebih lebar dari tahap kedua Hwasong-14," kata Kementerian Pertahanan Seoul.

Kendaraan pengangkut 9-poros Hwasong-15, yang juga ungkapkan untuk pertama kalinya, juga berjarak 6,56 kaki lebih lama dari truk poros 8 yang digunakan untuk membawa Hwasong-14.

Tahap pertama Hwasong-15 didukung oleh sepasang mesin yang juga digunakan dalam tahap pertama mesin tunggal dari Hwasong-14, kata kementerian tersebut. Seoul masih bekerja untuk menganalisa pengembangan roket tahap kedua milik Korut. (sndo/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA