15 December 2019

Rebutan Lahan Parkir, 3 Mahasiswa Muslim AS Tewas Dibantai

KONFRONTASI - Istri pelaku  penembakan tiga mahasiswa Muslim Amerika Serikat Craig Stephen Hicks, yakni Karen Hicks menyebut bahwa aksi sadis yang dilakukan oleh suaminya hanya dimotivasi oleh sengketa parkir dan tidak terkait dengan agama. 

Ketika pertama kali mengetahui kejadian tersebut, seperti dimuatReuters, Karen mengaku terkejut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa suaminya memang memiliki sengketa parkir dengan banyak tetangga yang berasal dari semua agama. 
 
Hal senada juga disebut dalam pernyataan resmi Kepolisian Chapel Hill yang dirilis Rabu (11/2). Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa investigasi awal menunjukkan bahwa tindakan Hicks dilatarbelakangi oleh selisih tempat parkir antara pelaku dan korban yang merupakan tetangga. Lebih tepatnya, kedua pihak sama-sama memperebutkan sebuah lahan parkir untuk kendaraan mereka.

Namun penyelidikan polisi tidak berhenti di situ. Kepolisian masih mencri tahu apakah ada motif kebencian agama di balik aksi Hicks itu. 

Hicks itu sendiri di akun facebook miliknya menuliskan bahwa dirinya adalah ateis untuk kesetaraan. Tidak hanya itu, Craig Stephen Hicks juga menampilkan foto pistol miliknya pada 20 Januari.

Ketiga korban penembakan Hicks sendiri adalah pasangan suami-istri Deah Shaddy Barakat (23 tahun) dan Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun) serta adik perempuan Yusor, Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun).
 
Polisi menerangkan pembunuhan yang dilakukan dengan cara menembak itu terjadi pada pukul 17.11 waktu setempat di sebuah blok apartemen di Summerwalk Circle Chapel Hill. Kebanyakan penghuni apartemen berprofesi sebagai akademisi dan profesional muda.
 
Independent memuat, para penghuni apartemen yang kebanyakan berprofesi sebagai akademisi dan profesional muda itu mengaku tidak mencurigai terjadinya pembunuhan. Mereka baru mengetahui adanya pembunuhan di wilayah tempat tinggal mereka saat polisi datang mengecek tempat kejadian perkara.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...