Presiden Hingga Para Menteri di Ekuador Potong Gaji 50 Persen Akibat Covid-19

Konfrontasi - Presiden Ekuador, Lenin Moreno harus rela setengah gajinya dipotong terkait kesulitan ekonomi yang dihadapi negaranya akibat wabah virus corona.

Bukan hanya Moreno, gaji wakil presiden, para menteri, dan wakil menteri, juga dipotong 50 persen untuk mengurangi beban negara yang sedang kesulitan ekonomi akibat Covid-19.

Kantor pers Presiden Moreno menyatakan, negara mengalami pukulan ekonomi yang telak dari wabah ini.

"Turunnya pendapatan negara akibat krisis Covid-19 memiliki efek negatif bagi perekonomian negara, karena itu sangat penting untuk mengurangi gaji," bunyi pernyataan kantor pers, dikutip dari AFP, Minggu (10/5/2020).

Bulan lalu, Moreno sudah mengumumkan pemotongan gaji para pejabat, namun baru berlaku efektif pada 8 Mei.

Meski pemotongan berlaku bagi pejabat tinggi, kebijakan ini diyakini akan berdampak ke bawah, yakni ke para pegawai negeri sipil. Pasalnya, hukum Ekuador menyatakan gaji pegawai negeri tidak boleh berada di atas presiden.

Sebagai gambaran, gaji presiden Ekuador sebesar 5.000 dolar AS atau sekitar Rp74 juta, jika dipotong setengah menjadi Rp37 juta. Dengan demikian gaji PNS lain tak boleh berada di atas Rp37 juta.

Ekuodor merupakan negara dengan kasus virus corona terbesar ketiga di Amerika Latin, di bawah Brasil dan Peru.

Hingga Minggu (10/5/2020), negara itu malaporkan lebih dari 30.000 kasus, sebanyak 1.654 di antaranya meninggal.

Guayaquil merupakan titik pusat wabah di mana ratusan, bahkan ribuan mayat telantar di rumah-rumah dan jalanan kota itu. Tak ada konfirmasi resmi menegani penyebab pasti kematian mereka, namun ini terjadi bersamaan dengan wabah corona. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA