Pemerintah China Ingatkan Demonstran Hong Kong

KONFRONTASI - Menteri Luar (Menlu) Negeri China Wang Yi mengeluarkan peringatan keras terhadap semua aksi protes ilegal di Hong Kong. Wang juga memperingatkan bahwa aksi protes di Hong Kong merupakan persoalan dalam negeri China.

Peringatan itu disampaikannya saat berkunjung ke Washington, menanggapi kritik dari sejumlah negara Barat. Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry, sebelumnya mendesak Hong Kong untuk menahan diri dalam menghadapi pengunjuk rasa.

Dikutip dari BBC, Kamis, 2 Oktober, para pemrotes yang menuntut demokrasi penuh di Hong Kong mengatakan bakal menduduki gedung pemerintah bila Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying tidak mengundurkan diri hingga Kamis.

Ribuan pengunjuk rasa bermalam di depan kantor Leung pada Rabu, 1 Oktober, dijaga sekitar 200 polisi. Wang, pejabat paling senior China yang mengeluarkan pernyataan tentang protes Hong Kong, mengatakan semua negara harus menghormati kedaulatan China.

"Untuk setiap negara, masyarakat, tidak ada yang akan membiarkan tindakan ilegal yang melanggar ketertiban umum," tegas Wang. Namun Wang tidak mengisyaratkan bakal adanya tindakan langsung dari Beijing untuk menghentikan protes.

"Kami yakin pemerintah wilayah khusus Hong Kong, memiliki kapabilitas untuk menangani secara tepat situasi saat ini sesuai dengan hukum," ucap Wang. Di China, People's Daily dalam editorialnya memperingatkan "konsekuensi tak terbayangkan" bila aksi protes berlanjut.

Sementara televisi pemerintah menyebut bahwa polisi Hong Kong harus didukung dalam upaya mereka mengembalikan ketertiban sosial secepatnya. Menanggapi peringatan, para pemrotes mengaku akan terus bertahan.

"Kami berusaha mengepung seluruh kompleks pemerintah dan menunggu Leung kembali bekerja, pada Jumat, 3 Oktober. Kami ingin berbicara dengannya secara langsung," kata Thomas Choi, seorang pemrotes, Rabu.

 

"Kami harap pada Kamis, Leung Chun-ying akan mundur," kata Lester Shum dari Federasi Pelajar Hong Kong. "Jika tidak, kami akan mengumumkan peningkatan gerakan, termasuk menduduki atau mengepung gedung-gedung pemerintah," tambah Lester.

 

The Wall Steet Journal mengutip seorang sumber dari Hong Kong, menulis bahwa Leung telah mendapat perintah dari Beijing untuk tidak menggunakan kekerasan. Hal senada juga disampaikan sumber pemerintah yang dikutip Reuters, Kamis, bahwa pemerintah dan pemrotes akan beradu kesabaran.

 

"Mungkin butuh sepekan atau sebulan, kami tidak tahu. Kecuali ada kekacauan, kami tidak akan mengirimkan polisi anti huru-hara, kami harap ini tidak terjadi," kata pejabat Hong Kong yang dekat dengan Leung.

 

Perayaan Hari Nasional 1 Oktober yang menandai berdirinya Republik Rakyat China pada 1949, dilalui dengan damai tanpa pembubaran demonstrasi oleh polisi seperti dikhawatirkan sebelumnya.

 

Sepekan setelah para pelajar Hong Kong pertama kali menggelar aksinya, Jumat, 26 September, pertanyaan telah muncul dari tengah kerumunan pemrotes tentang berapa lama mereka harus bertahan.

"Saya tidak berpikir kami dapat bertahan seperti ini untuk lebih dari dua pekan," kata Moses Ng, seorang karyawan berusia 26 tahun. "Aksi ini akan gagal (jika demonstran tidak dapat bertahan), jadi kami memikirkan tentang apa lagi yang dapat kami lakukan," ucapnya.[vvn/ian]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...