Pemberontak Uganda Bunuh 14 Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Tanzania

Konfrontasi - Pemberontak Uganda telah membunuh setidak-tidaknya 14 anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanzania, dan melukai 53 lagi dalam serangan terhadap markas di Kongo.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, serangan tersebut merupakan serangan yang terburuk terhadap organisasi itu sepanjang sejarah.

Presiden Tanzania John Magufuli mengaku terkejut dan sedih atas terjadinya peristiwa mematikan, yang muncul di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga, tentara dan pasukan PBB di perbatasan timur Republik Demokratik Kongo.

Pemimpin PBB mengatakan bawah serangan tersebut merupakan sebuah kejahatan perang dan meminta pihak berwenang Kongo untuk menyelidiki dan agar dengan cepat menyeret pelaku ke pengadilan.

“Saya ingin mengungkapkan kemarahan dan kesedihan hati saya terhadap serangan malam itu,” kata Guterres kepada wartawan di markas PBB di New York seperti yang dilansir Reuters, Sabtu (9/12/2017).

“Tidak boleh ada kekebalan hukum untuk pelaku serangan semacam itu, di sini atau di tempat lain,” tambahnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert menulis pada akun Twitter pribadinya bahwa Amerika Serikat “terkejut oleh peristiwa serangan mengerikan itu”.

“Pasukan PBB masih mencari tiga anggota penjaga perdamaian yang hilang setelah terjadi baku tembak selama lebih dari tiga jam, yang terjadi pada Kamis,” kata Ian Sinclair, direktur Pusat Operasi dan Manajemen Krisis PBB.

Pejabat PBB mengatakan bahwa pihaknya mencurigai pemberontak dari Pasukan Sekutu Demokratik (ADF) telah melancarkan serangan terhadap markas di kota Semuliki, wilayah Beni, Kivu utara tersebut.

ADF adalah kelompok pemberontak yang aktif melancarkan serangan di daerah itu. Misi PBB di Kongo, MONUSCO, mengatakan bahwa mereka telah menggalang aksi tanggapan bersama tentara Kongo dan mengungsikan korban luka dari markas tersebut.

Lima tentara Kongo juga tewas dalam serangan tersebut, kata MONUSCO dalam pernyataan. Tentara Kongo mengatakan bahwa hanya seorang angggota dari pasukannya yang hilang, sementara yang lainnya lagi terluka. Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa 72 pemberontak tewas. (akt/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...