Pasangan di China Ini Akhirnya Bisa Bertemu dengan Putranya yang Diculik 32 Tahun Silam

KONFRONTASI-Pasangan di China akhirnya bertemu kembali dengan putranya yang diculik di sebuah hotel pada 1988 atau 32 tahun yang lalu.

Keluarga itu dipertemukan kembali di sebuah konferensi pers polisi pada hari Senin waktu setempat, dan putranya - yang kini berusia 34 - mengatakan dia berencana untuk menghabiskan waktu bersama orang tuanya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada puluhan ribu orang yang membantu kami," kata Li Jingzhi, ibu bocah itu seperti dikutip dari BBC, Rabu (20/5/2020).

Sang anak yang bernama Mao Yin diculik saat berusia 2 tahun pada 17 Oktober 1988. Saat itu ia dan ayahnya, Mao Zhenjiang, dalam perjalan pulang dari kebun pembibitan di kota Xian di provinsi Shaanxi.

Bocah kelahiran 23 Februari 1986 itu kemudian meminta air minum. Mereka pun berhentik di pintu masuk sebuah hotel. Ketika sang ayah mendinginkan air pans dan menoleh sebentar, bocah itu pun hilang dari pandangannya.

Kedua pasangan itu pun mencari di dan sekitar Xian dan membagikan selebaran. Pada satu titik, mereka mengira telah menemukannya, tetapi itu harapan palsu.

Li Jingzhi kemudian memutuskan berhenti dari pekerjaannya untuk mencari putranya. Ia membagikan sekitar 100.000 selebaran di lebih dari 10 provinsi dan kota namun tanpa hasil.

Selama bertahun-tahun ia kemudian muncul di berbagai acara televisi di China untuk meminta bantuan, termasuk The X Factor.

Dalam sebuah wawancara dengan South China Morning Post (SCMP) pada Januari lalu - sebelum ia ditemukan - ibunya menyebut anaknya "sangat pintar, imut, dan sehat". Ia mengikuti 300 petunjuk tetapi tidak ada yang cocok.

Pada 2007, Li mulai menjadi sukarelawan bersama sebuah kelompok bernama "Baby Come Back Home", untuk membantu orang tua lainnya mencari anak-anak mereka yang hilang.

Menurut media pemerintah, dia membantu menyatukan kembali 29 anak dengan keluarga mereka, sementara putranya masih hilang. Dia berniat untuk terus bekerja dengan grup itu.

Usaha pasangan itu pun kemudian menemukan titik terang. Pada bulan April, media pemerintah mengatakan, polisi menerima informasi tentang seorang pria dari Provinsi Sichuan di barat daya China - sekitar 1.000 km (620 mil) dari Xian - yang telah mengadopsi seorang bayi selama bertahun-tahun.

Polisi menemukan pria yang kini berusia 34 tahun itu dan melakukan tes DNA untuk mengetahui apakah ia memiliki hubungan keluarga dengan Mao Zhenjing dan Li Jingzhi. Hasilnya positif.

Nyonya Li diberi tahu kabar baik pada 10 Mei atau bertepatan dengan Hari Ibu di China. "Ini hadiah terbaik yang pernah saya dapatkan," katanya.

Mao Yin - yang telah berganti nama menjadi Gu Ningning - sekarang menjalankan bisnis dekorasi rumah. Ia mengatakan dia "tidak yakin" tentang masa depan, tetapi akan menghabiskan waktu bersama orang tuanya.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian mengatakan Mao Yin telah dijual kepada pasangan yang tidak memiliki anak seharga USD840.

Investigasi atas kasus penculikan Mao Yin yang terjadi pada 1988 masih berlangsung.

Penculikan dan perdagangan bayi telah menjadi masalah di China selama beberapa dekade. Tidak ada angka resmi, tetapi di situs Baby Come Back Home ada 14.893 postingan yang mencari anak laki-laki yang hilang, dan 7.411 mencari anak perempuan.

Pada 2015, diperkirakan 20.000 anak-anak diculik setiap tahun di China.

Pada tahun 2009, Kementerian Keamanan Publik China membuat basis data DNA yang sejak itu membantu menemukan lebih dari 6.000 anak yang hilang. Dan pada Mei 2016, kementerian itu meluncurkan sistem yang disebut "Reuni", yang pada Juni 2019 telah menyebabkan lebih dari 4.000 anak menemukan keluarga mereka.[mr/snd]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA