Palsukan Label Halal, Dua Perusahaan AS Didenda Rp8,6 Miliar

KONFRONTASI-Di hadapan pengadilan federal di Cedar Rapids, negara bagian Lowa, Amerika Serikat (AS), dua perusahaan di AS, Midamar Corp. dan Islamic Services of America (ISA) masing-masing mengaku bersalah telah melakukan konspirasi untuk membuat pernyataan palsu mengenai sertifikat-sertifikat ekspor, serta menjual daging dengan label halal palsu dan melakukan penipuan, di antara pelanggaran-pelanggaran lainnya.

Dengan perjanjian pengakuan bersalah tersebut, masing-masing perusahaan harus membayar denda USD600.000 atau sekira Rp8,6 Miliar dari hasil yang didapat melalui skema tersebut. Kedua perusahaan tersebut juga dapat menghadapi hukuman percobaan dan denda tambahan.

Hakim Distrik AS Linda Reade telah menolak klaim-klaim perusahaan bahwa tuduhan-tuduhan itu merupakan pelanggaran-pelanggaran aturan yang seharusnya ditangani oleh Departemen Pertanian AS.

Hakim memutuskan bahwa para jaksa penuntut federal tidak melangkahi yurisdiksi mereka dalam membawa kasus tersebut. Namun, meskipun ada pengakuan bersalah, perusahaan-perusahan itu masih tetap dapat naik banding.

Midamar adalah distributor makanan, sementara ISA memberi sertifikat halal kepada Midamar dan produk-produk makanan dari perusahaan-perusahaan lain.[mr/okz/voa]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA