22 October 2018

Otoritas China Temukan 2 Jasad di Kapal Tanker yang Masih Terbakar

Konfrontasi - Tim penyelamat China dilaporkan berhasil menemukan dua jasad di kapal tanker asal Iran yang masih terbakar. Sebagaimana diketahui, kapal Sanchi terbakar setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut gandum milik Hong Kong, Crystal CF. Sepekan berlalu pasca-tabrakan, api diketahui masih belum padam.

Operasi penemuan dua jasad tersebut diketahui berlangsung secara dramatis. Sebagaimana disitat dari Reuters, Sabtu (13/1/2018), empat anggota tim penyelamat terjun langsung ke badan kapal Sanchi dengan dilengkapi masker respirator (alat yang dirancang untuk melindungi pemakainya dari menghirup sesuatu yang dapat membahayakan kesehatan). Kedua mayat tersebut ditemukan di geladak kapal.

Kedua jasad tersebut kemudian dikirim ke Shanghai guna keperluan identifikasi. Sebagaimana diketahui, tabrakan antardua kapal itu telah menyebabkan 32 orang yang terdiri dari 30 warga Iran dan dua warga Bangladesh menghilang. Sejauh ini, baru tiga orang yang ditemukan yang semuanya dalam kondisi tidak bernyawa.

Otoritas berwenang hingga kini masih terus melakukan operasi pencarian. Namun, upaya mereka kerap terhambat cuaca buruk seperti angin kencang dan suhu panas. Badan kapal Sanchi diketahui memiliki suhu mencapai 89 derajat Celcius akibat api yang terus berkobar.

Selain mencari para korban, para petugas juga berhasil menemukan perekam data pelayaran, atau kotak hitam setengah jam sebelum mereka meninggalkan kapal. Pencarian tersebut terpaksa dihentikan karena angin yang terus membesar dan memebawa asap tebal beracun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan (Korsel) sebelumnya menyatakan, kapal Sanchi kemungkinan bisa terbakar selama satu bulan lamanya. Penanganan musibah kapal Sanchi sendiri tak hanya melibatkan Pemerintah China tapi juga tetangganya, Korsel. Kapal tanker Sanchi diketahui mengangkut 136 ribu ton minyak dari Iran ke Korea Selatan (Korsel) saat bertabrakan dengan kapal Crystal CF di mulut Delta Sungai Yangtze, China. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...