Obama Mulai Kunjungan Kenegaraan ke Kenya

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Barack Obama tiba di Nairobi, ibukota Kenya, Jumat (24/7) malam, untuk memulai kunjungan kenegaraan pertama sejak menjabat sebagai presiden ke negeri kelahiran ayahandanya.

Pengamanan digelar besar-besaran menjelang ketibaan Obama, sehingga jalan, yang biasa macet parah, lengang selama Obama di Kenya hingga Minggu malam, karena Presiden Amerika Serikat itu akan melanjutkan perjalanannya ke Ethiopia.

Agenda penting yang akan dibahas antara lain isu keamanan, khususnya Al Qaeda asal Somalia yang kerap melakukan serangan mematikan di Kenya. Bakal dibahas pula aksi penyerangan di pusat perbelanjaan Westgate dua tahun silam yang menewaskan 67 orang.

Obama disambut hangat oleh Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, dengan jabatan tangan menandai kunjungan akhir pekan yang bakal diisi Obama dengan pidato di forum wiraswasta, pembicaraan dagang dan investasi, konter-terorisme, demokrasi, dan hak asasi.

Saudara tiri Obama, Auma, juga menyambut dan turut berada di dalam limosin kebal-peluru "The Beast" yang membawa presiden ke hotel di pusat kota Nairobi untuk bersantap malam bersama keluarga besar Obama di Kenya.

Sepanjang perjalanan, banyak orang Kenya bersorak sorai menyambut iring-iringan rombongan Obama, termasuk helikopter. Sekitar 10.000 orang personel polisi atau seperempat kekuatan polisi Kenya, mengamankan kunjungan Obama di kota Nairobi.

Kegembiraan bangsa Kenya telah dilai sejak sepekan lalu, karena kunjungan ini digadang-gadang akan meningkatkan citra negara Afrika timur itu di kawasan setelah serangkaian serangan Shebab dan kekerasan politik yang berujung Pengadilan Pidana Internasional (ICC) bagi beberapa pemimpin Kenya.

Kunjungan Obama juga sangat penting karena ini adalah kali pertama Presiden Amerika Serikat yang sedang memimpin berkunjung ke Kenya.

Obama dianggap sebagai pahlawan di mata orang Kenya, meskipun banyak yang kecewa karena Obama baru ke Kenya jelang masa kepresidenannya habis.

Kunjungan kepresidenan telah ditunda karena Presiden Kenyatta dituduh bersalah atas perannya dalam kekerasan paska-pemilu 2007-2008.

ICC akhirnya mendapati Kenyatta tidak bersalah dan kurang barang bukti. Pengadilan justru menyebutkan pihak pemerintah Kenya melalukan suap dan intimidasi saksi. (akl/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...