19 April 2019

Norwegia: Hukuman Mati Moursi "Tak Bisa Diterima"

Konfrontasi - Norwegia pada Selasa (19/5) mencela sebagai "tak bisa diterima" hukuman mati yang dijatuhkan oleh satu pengadilan Mesir terhadap mantan presiden Mesir Mohammed Moursi dan 106 pendukungnya.

"Tak bisa diterima bahwa lebih dari 100 orang, termasuk mantan presiden Moursi, telah dijatuhi hukuman mati dalam satu pengadilan," kata Menteri Luar Negeri Norwegia Borge Brende sebagaimana dikutip di dalam satu pernyataan.

"Norwegia telah menjelaskan kami menentang praktek pelaksanaan pengadilan massal yang gagal mematuhi kewajiban internasional Mesir," kata Brende, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. "Saya berharap semua terdakwa diberi kesempatan proses pengadilan banding yang adil, dan putusan bersalah diputuskan dengan dasar per orangan." Brende, yang mendesak Pemerintah Mesir agar menjamin kemerdekaan pengadilan, mengatakan pengadilan harus memelihara "hak terdakwa untuk memperoleh proses pengadilan yang adil sejalan dengan standard internasional".

Moursi dijatuhi hukuman mati pada Sabtu pekan lalu (16/5) atas dakwaan yang berpangkal dari pembobolan penjaga secara massal pada 2011, bersama pendukungnya dari Ikhwanul Muslimin, sehingga ia menjadi presiden pertama Mesir yang menghadapi vonis mati.

Moursi digulingkan oleh militer pada Juli 2013 dan protes massa terhadap satu tahun kekuasaannya. Sejak itu ia menghadapi sejumlah tuntutan, termasuk menghasut kerusuhan, bersekongkol dengan negara asing dan membunuh pemrotes.

Pemerintah Mesir pada 2014 menyatakan Ikhwanul Muslimin adalah "kelompok teroris". (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...