Nikaragua Minta AS Batalkan Hukuman Mati Warganya

Konfrontasi - Pejabat Nikaragua dan pegiat menyeru Amerika Serikat (AS) pada Senin (Selasa WIB) membatalkan penghukum-matian Bernardo Tercero, satu-satunya warga negara Nikaragua mendapatkan hukuman mati di AS, di Texas pada akhir pekan ini.

Tercero dijadwalkan dihukum mati dengan suntikan mematikan pada Rabu setelah terlibat pembunuhan terhadap guru bahasa Inggris sekolah menengah atas Robert Berger saat ia merampok di usaha pencucian pada 1997.

Hukuman tersebut memicu kecaman di Nikaragua, yang menghapuskan hukuman mati pada 1979 ketika pemberontak sayap kiri Sandinista berkuasa.

"Bagi kami di sini di Nikaragua, tempat kami tidak memiliki hukuman mati dan merangkul semangat kemanusiaan dan kesetiakawanan, tampak menyedihkan berada di ambang hukuman mati warga Nikaragua," kata Duta Besar Nikaragua Denis Moncada kepada Organisasi Negara Amerika (OAS).

Presiden Nikaragua Daniel Ortega telah memohon grasi untuk Tercero kepada para pejabat AS "di tingkat tertinggi," termasuk Presiden Barack Obama, Moncada mengatakan kepada kabar Channel 2.

Selain itu, para aktivis juga menyerukan demonstrasi di kemudian hari untuk menuntut agar Tercero terhindar dari eksekusi mati.

Juru bicara warga Nikaragua untuk penghapusan mati Bianca Jagger adalah salah satu tokoh terkemuka dalam gerakan protes tersebut.

"Eksekusi Tercero merupakan suatu keguguran yang mengerikan dalam keadilan," tulisnya dalam sebuah petisi online yang ditandatangani oleh lebih dari 500 orang.

Jagger, mantan istri dari penyanyi Rolling Stones Mick Jagger mengatakan Tercero mendapatkan pelayanan hukum yang "buruk" dan bahwa kasusnya adalah penuh dengan kesalahan.

Sementara itu, pemimpin gereja di negara yang penduduknya mayoritas Katolik itu juga bergabung dalam protes tersebut.

"Saya menyerukan dengan sepenuh hati kepada otoritas AS untuk menerima petisi agar menyelamatkan hidup Bernardo Tercero," kata Kardinal Miguel Obando. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...