Ngeri, Rudal Korut Hampir Bisa Jangkau Tempat Mana Pun di Muka Bumi

KONFRONTASI-Korea Utara (Korut) terus memperbarui teknologi senjatanya. Jangkauan rudal balistik negeri pimpinan Kim Jong-un ini pun ini semakin meninggi. Pejabat AS, memperingatkan rezim ini semakin mendekati kemampuan mencapai sasaran "dimana pun di dunia" dengan serangan nuklir.

Rudal balistik antarbenua tersebut diluncurkan pada Rabu (29/11) dini hari, tampaknya dari dekat Pyongyang, pada tes pertama sejak Korut melepaskan rudal ke arah Jepang pada pertengahan September. Rudal kali ini mencapai ketinggian 4.000 kilometer, meluncur selama 50 menit sebelum turun sekitar 1.000 kilometer jauhnya di perairan barat Jepang.

"Jangkauannya menjadi lebih tinggi, terus terang, daripada tembakan mereka sebelumnya," kata Menteri Pertahanan AS James Mattis pagi ini.

"Ini upaya penelitian dan pengembangan mereka dalam membangun rudal balistik yang pada dasarnya dapat mengancam dimana pun di dunia," ujarnya.

"Intinya adalah upaya terus-menerus membangun ancaman rudal balistik yang membahayakan perdamaian dunia," tambah Mattis.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendapatkan pengarahan saat rudal masih berada di udara, dan kemudian mengatakan kepada wartawan AS akan menanganinya. "Ini adalah situasi yang akan kami tangani," katanya.

Pentagon mengatakan rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah AS atau sekutunya. Militer Korea Selatan langsung melakukan latihan penembakan rudal sebagai respons terhadap provokasi tersebut, sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memanggil menteri kabinetnya untuk rapat pada sekitar Pukul 3.30 dinihari waktu setempat.

PM Abe langsung meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan mengatakan Jepang akan "tidak mentolerir tindakan sembrono Korea Utara".

Menlu Australia Julie Bishop turut mengecam ujicoba Korut tersebut. "Pemerintah Australia mengecam sekeras-kerasnya tindakan Korut yang terus melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami meminta rezim Korea Utara untuk meninggalkan program ilegal mereka," katanya.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA