Negosiasi Gagal, Pelajar Hong Kong Kembali Protes

KONFRONTASI - Wakil pelajar pro-demokrasi Hong Kong, Harold Li, mengakukecewa tapi tidak terkejut dialog dengan pemerintah menemui kegagalan. Pemerintah Hong Kong, Kamis, 9 Oktober, telah membatalkan dialog secara sepihak.

Keterangan pemerintah yang dikutip BBC, Jumat 10 Oktober, menyebut pembatalan dilakukan karena tidak mungkin untuk melakukan dialog yang konstruktif. Para pelajar kini menyerukan berlanjutnya aksi protes.

Selama lebih dari sepekan, sejak Jumat 26 September, puluhan ribu pelajar dan publik Hong Kong turun ke jalan memprotes kebijakan Beijing untuk membatasi proses nominasi kandidat dalam pemilihan kepala eksekutif 2017.

Tapi jumlah pemrotes jauh berkurang setelah pemrotes dan pemerintah menyepakati digelarnya dialog, awal pekan ini. Pegawai pemerintah juga telah kembali bekerja, Senin, 6 Oktober, setelah pemrotes membuka akses masuk ke gedung pemerintah.

Wakil kepala pemerintah Hong Kong, Carrie Lam, menuding para pemrotes telah merusak kepercayaan dalam dialog. "Dialog tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk memprovokasi orang-orang agar bergabung dengan aksi protes," katanya.

Lam menegaskan bahwa aksi pendudukan oleh aktivis harus diakhiri. Sementara para pemimpin pelajar mengatakan pemerintah tidak punya ketulusan dan mendesak pemerintah untuk kembali ke meja perundingan.

"Kekacauan diakibatkan oleh pemerintah. Mereka bertanggungjawab untuk membersihkannya," kata Alex Chow, Presiden Federasi Pelajar Hong Kong. Sementara itu, Kamis, Departemen Hukum telah meminta jaksa untuk melakukan investigasi terkait tuduhan gratifikasi terhadap Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying.

Leung dituduh menerima suap sebesar 4 juta poundsterling atau hampir Rp 79 miliar dari perusahaan Australia terkait penjualan sebuah perusahaan konstruksi yang bangkrut, di mana Leung menjabat sebagai direktur.

Juru bicara Kantor Kepala Eksekutif Hong Kong, Michael Yu, menyebut bahwa pembayaran itu terkait dengan jasa di masa lalu, bukan saat dia menjabat posisi pejabat publik. Leung juga disebut telah mundur dari jabatannya sebagai anggota dewan eksekutif Hong Kong pada 3 Oktober 2011.[viva]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...