21 July 2018

Mahkamah Agung India: Muslim Bukan Penduduk Agra Dilarang Salat Jumat di Taj Mahal

KONFRONTASI -  Mahkamah Agung di India menyatakan umat Muslim yang bukan penduduk kota Agra tidak akan diizinkan salat Jumat di kompleks Taj Mahal.

Para hakim mengatakan monumen dari abad ke-17 tersebut adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan harus dipelihara.

Hakim AK Sikri dan Ashok Bhushan mengatakan terdapat sejumlah masjid lain di Agra dan orang-orang yang bukan penduduk dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk salat Jumat.

"Ini (Taj Mahal) adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan kami tidak ingin hal ini musnah. Kami menolak (petisi ini). Mengapa untuk melakukan salat seperti ini mereka harus ke Taj Mahal? Kami tidak menerima (petisi ini). Ada berbagai masjid lain. Mereka dapat salat disana," kata para hakim mahkamah seperti dilaporkan Press Trust of India.

Diana, Princess of Wales, di depan Taj Mahal saat melakukan kunjungan kerajaan pada tahun 1992.Hak atas fotoPRESS ASSOCIATION

Image captionDiana, Princess of Wales, di depan Taj Mahal saat melakukan kunjungan kerajaan pada tahun 1992.

Keputusan mahkamah dikeluarkan setelah adalah pertanyaan terkait peraturan pemerintah sebelumnya yang melarang bukan penduduk untuk sembahyang Jumat di masjid kompleks tersebut.

Pengacara pihak yang mengajukan petisi, Syed Ibrahim Hussain Zaidi, presiden Taj Mahal Masjid Management Committee, Agra, mengatakan setiap orang seharusnya diizinkan memasuki masjid dan melakukan salat di sana.

Taj Mahal tertutup bagi wisatawan setiap hari Jumat.

Pemerintah setempat mengatakan keputusan untuk penduduk tersebut karena alasan keamanan.

Banyak penduduk setempat yang mengeluh karena bukan penghuni kota dan wisatawan mempergunakan kesempatan memasuki gerbang Taj Mahal pada hari Jumat.(Jft/BBC)

Category: 
Loading...