Lewat Grup WA dan Telegram, 30 Peserta Berjamaah Lakukan Hal Illegal di Tengah Pandemi Covid-19

Konfrontasi - Pihak kepolisian New York mengamankan sekitar 30 orang pria dan wanita, menggelar pesta terlarang secara rahasia di kawasan Midtown Manhattan, pada masa pandemi corona.

Laman Daily Mail, Sabtu (1/8/2020) mengabarkan, pesta terlarang itu digelar pada 24 Juli lalu. Mereka menggelar party secara sembunyi-sembunyi alias tanpa izin.

Penyelenggara membagikan undangan pesta itu secara rahasia di grup WhatsApp dan Telegram. Menurut keterangan penyelenggara, para peserta diundang bergabung pada acara tanpa boleh mengambil gambar ataupun mengetahui detail pestanya.

Polisi Kota New York Joseph Fucito mengatakan kepada ABC, beberapa pesta yang menjadi target penggerebekan adalah ilegal karena tidak memiliki izin konsumsi minuman keras.

"Acara seperti ini adalah aktivitas ilegal sebelum Covid-19, melanggar aturan wali kota dan gubernur dengan melakukan aktivitas kriminal dalam acara sosial," kata Fucito.

Masih besarnya angka penyebaran virus corona baru mendorong otoritas New York aktif menegakkan aturan pembatasan guna menekan penularan virus corona di kota berjuluk Big Apple tersebut.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap (aktivitas) ilegal dan sembrono yang membahayakan kesehatan masyarakat," ungkap Gubernur New York Andrew Cuomo.

New York hingga saat ini menjadi pusat penyebaran virus corona di Amerika Serikat, meskipun saat ini angkanya mengalami penurunan.

Berdasarkan data Worldmeters, total angka penyebaran virus corona di New York mencapai 443.000 dengan 32.754 kematian. (jp/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA