Kini Lewati Rusia, Brasil Catatkan Kasus Covid-19 Terbanyak Kedua di Dunia

Konfrontasi - Jumat (23/5/2020) jumlah kasus virus corona di Brasil melampaui Rusia sebagai yang terbanyak kedua di dunia.

Menurut data dari Worldometers hingga Sabtu (23/5/2020) siang WIB, jumlah kasus Covid-19 di Brasil adalah 332.382 dengan 21.116 korban meninggal dunia.

Dalam 24 jam terakhir terdapat 1.001 kematian di Brasil akibat virus corona. Ini merupakan hari keempat secara beruntun Brasil mencatatkan lebih dari 1.000 kematian sehari.

Adapun pasien sembuhnya berjumlah 135.430, dengan 175.836 kasus yang masih aktif dan 8.318 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Para ahli mengatakan, angka sebenarnya mungkin 15 kali lebih tinggi karena jumlah tes corona yang dilakukan sangat sedikit.

Worldometers mencantumkan jumlah tes Covid-19 di Brasil baru 735.224. Dengan jumlah populasi mencapai 212 juta orang, artinya per 1 juta populasi baru 3.462 orang yang dites.

Naiknya jumlah kasus Covid-19 Brasil menjadi yang terbanyak kedua ini, bersamaan dengan dinyatakannya Amerika Selatan sebagai episentrum baru pandemi.

"Jelas ada kekhawatiran di banyak negara-negara itu, tetapi jelas yang paling terdampak adalah Brasil saat ini," kata direktur kedaruratan WHO Mike Ryan dikutip dari AFP.

Sementara itu Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia.

Penghitungan dari Universitas Johns Hopkins menyebutkan, total kasus di Negeri "Uncle Sam" mencapai lebih dari 1,6 juta dan hampir 96.000 orang meninggal.

Sementara itu jumlah kasus Covid-19 Rusia adalah yang terbanyak ketiga di dunia dengan 326.448 kasus dan 3.249 kematian hingga Sabtu (23/5/2020).

Untuk jumlah korban meninggal, Brasil berada di urutan keenam dunia di bawah AS, Inggris, Italia, Spanyol, dan Perancis.

Meski begitu diperkirakan krisis Covid-19 di Negeri "Samba" belum akan mencapai puncaknya sebelum Juni, demikian yang dikabarkan AFP.

Negara yang terkenal dengan sepak bolanya ini tidak memiliki sistem penanganan virus corona yang konsisten.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menganggap virus corona sebagai "flu ringan."

Ia juga menolak penerapan aturan tetap di rumah oleh pemerintah negara bagian dan lokal, dengan dalih itu akan merugikan perekonomian. (kcm/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA