Kim Jong-un Kirim Surat ke Bashar al-Assad, Mau Apa?

KONFRONTASI-Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah mengirim surat kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di tengah laporan tentang kesehatannya yang dikatakan dalam "bahaya besar" setelah operasi jantung.

Surat itu adalah surat balasan setelah sebelumnya Presiden Suriah mengirim surat berisi pesan ucapan selamat kepada Kim Jong-un pada 11 April lalu untuk menandai ulang tahun pendiri negara itu sekaligus kakek Kim Jong-un, Kim Il-sung.

Disitir dari Mirror, Kamis (23/4/2020), dalam suratnya Kim Jong-un mengucapkan terima kasih kepada Assad. Jong-un mengatakan pesan salam yang tulus mencerminkan rasa hormat yang hangat kepada Presiden Kim II-sung.

Jong-Un juga dilaporkan mengatakan bahwa ikatan kedua negara akan semakin kuat dengan niat mulia para pemimpin sebelumnya dan keinginan rakyat kedua negara.

Kondisi kesehatan diktator muda Korut itu menjadi perhatian setelah menghilang dari pandangan publik selama lebih dari seminggu. Spekulasi pun muncul setelah ia tidak muncul pada perayaan ulang tahun kakeknya pada Rabu lalu.

Pemimpin telah secara nyata absen dari pandangan publik selama lebih dari seminggu dan spekulasi muncul setelah ia merindukan perayaan ulang tahun kakeknya Rabu lalu.

Situs berita yang berbasis di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Daily NK melaporkan pertama kali bahwa Jong-un telah menjalani operasi jantung pada 12 April. Laporan media yang dijalankan oleh sebagian besar pembelot Korut itu berdasarkan sumber yang tidak disebutkan namanya di dalam negara rahasia itu.

Sumber itu berspekulasi bahwa obesitas, kebiasaan merokok dan terlalu banyak bekerja menyebabkan Kim Jong-un harus menjalani operasi.

Menurut laporan itu Jong-un kini berada di bawah perawatan dokter setelah pulih di Hyang San Villa, yang dekat dengan Rumah Sakit Hyangsan tempat operasi itu dilakukan.

Rumah sakit Hyangsan dikhususkan untuk keluarga Kim, yang telah memerintah Korut sejak didirikan pada 1948 setelah Perang Dunia II.

Beberapa laporan menyatakan ia telah dipindahkan ke daerah lain setelah operasi.

Para pejabat Korsel telah menolak klaim bahwa Kim Jong-un sakit parah. Begitu juga para pejabat di negara tetangga China, salah satu sekutu terdekat Korut.

Klaim-klaim itu muncul dalam laporan CNN yang mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan AS memantau laporan intelijen yang menunjukkan Kim Jong-un berada dalam "bahaya besar" setelah operasi.

Sumber di Korut membantah laporan AS yang mengklaim bahwa diktator yang diyakini berusia 36 tahun itu sakit parah dan dalam "bahaya besar", serta kesehatannya semakin memburuk setelah operasi.[mr/snd]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA