9 April 2020

Kerusuhan di Penjara Zimbabwe Diduga Makanan yang Buruk

Konfrontasi - Penjaga penjara maksimum di Ibu Kota Zimbabwe, dibuat sibuk oleh 900 tahanan karena mendadak membuat kerusuhan. Hal ini disebabkan makanan yang diberikan oleh penjara dianggap tidak layak.

Kerusuhan itu menewaskan tiga orang dan melukai tak kurang dari dua lusin orang, kata Juru Bicara Dinas Koreksi dan Penjara Zimbabwe Elizabeth Banda-Karina pada Sabtu (14/3).

Ia mengatakan kepada Xinhua, Ahad (15/3) dua tahanan lagi meninggal pada Sabtu akibat cedera yang dideritanya selama kerusuhan pada Jumat, sehingga jumlah korban jiwa jadi tiga. Dua dari ketiga penjaga penjara yang cedera masih dirawat di rumah sakit sedangkan seorang di antara mereka telah diperkenankan pulang.

Ia mengatakan sebanyak 23 orang cedera dalam kerusuhan tersebut. Ditambahkannya, mereka masih dalam proses penyaringan untuk memastikan jumlah sesungguhnya orang yang cedera.

Selama kerusuhan, tahanan membakar selimut dan merusak barang sementara personel polisi dan petugas keamanan negara bagian harus dikerahkan untuk meredakan situasi.

Kekacauan itu berlangsung selama tiga jam, namun tak ada tahanan yang berusaha melairkan diri.

Banda-Karina mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk memastikan apakah kerusuhan tersebut direncanakan untuk melarikan diri atau tujuan lain.

"Para tahanan itu telah dilepaskan untuk mendapatkan makan siang. Kami tidak tahu apa yang sesungguhnya mereka inginkan. Ketika kami berusaha mengetahui secara pasti siapa yang mau makan dan siapa yang tidak, terjadi desak-desakan di seluruh tempat," kata Banda-Karina. (mg.ant)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...