18 August 2018

Kekayaan Diselidiki, Duterte Malah Senang

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengklaim bahwa ia menyambut baik penyelidikan yang dilakukan oleh badan antikorupsi di negara tersebut terhadap kekayaannya. Penyelidikan ini diawali oleh tudingan seorang senator yang mengklaim Duterte tidak mengungkapkan kekayaannya ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (27/9/2017) Office of the Ombudsman (Kantor Ombudsman) Filipina membenarkan bahwa mereka saat ini tengah menangani penyelidikan aktivitas sejumlah rekening bank Duterte sebelum ia terpilih sebagai presiden pada Mei 2016.

Sekadar informasi, dalam karir politiknya selama dua dekade terakhir, Duterte pernah menjabat sebagai wali kota, wakil wali kota dan anggota konggres Kota Davao.

Namun kabar penyelidikan ini justru disambut baik oleh sang Presiden Filipina. “Presiden tidak memiliki apapun untuk disembunyikan, Presiden menghormati proses internal Kantor Ombudsman sebagai badan independen serta percaya dalam ketidakberpihakannya ketika menjalankan tugas pencarian fakta,” tutur juru bicara Kepresidenan Filipina, Ernestor Abella.

Pejabat Ombudsman Filipina, Arthur Carandang, menuturkan bahwa pihaknya telah menyetujui permintaan pada bulan lalu oleh para penyidik antikorupsi demi mendapatkan laporan dari Anti-Money Laundering Council/Dewan Anti-Cuci Uang Filipina.

Penyelidikan ini merupakan langkah respon dari keluhan yang diajukan oleh Senator Antonio Trillanes yang mengklaim mengumpulkan 2,2 miliar peso dalam tiga rekening banknya pada rentan waktu 2006 dan 2015 ketika ia masih menjadi Wali Kota Davao. Trillanes menyebut sang Presiden Filipina telah melakukan tindakan kriminal karena gagal melaporkan hal tersebut dalam laporan kekayaannya.

Reuters mewartakan, sebagai orang nomor satu di Filipina, Duterte memiliki kekebalan hukum namun penyelidikan disinyalir dapat menjadi dasar dalam proses pemakzulan. Namun pakar politik dalam negeri Filipina, menjelaskan bahwa skenario pemakzulan Duterte saat ini sangatlah tidak mungkin karena popularitasnya yang besar serta kontrolnya yang kuat di badan legislatif.

Duterte disebut berulang kali menegaskan bahwa ia siap mengundurkan diri jika memang ada bukti ia melakukan kesalahannya. Penyelidikan ini mencuat ketika putra Duterte, Paolo Duterte, tengah dibayangi tuduhan bahwa ia terlibat perdagangan narkoba.[mr/okz]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...