23 July 2018

Kakak Kim Jong-Un yang Terbunuh di Malaysia Pernah Terlihat di Jakarta

KONFRONTASI-Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dikabarkan tewas dalam perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, menuju rumah sakit, Senin kemarin.

Jong-Nam, kabarnya dibunuh oleh dua perempuan yang diduga bagian dari operasi Korea Utara, untuk menghabisi tokoh yang mengambil posisi berseberangan dengan Kim Jong-Un ini.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari berbagai sumber di pemerintahan Korea Selatan, dua perempuan itu menggunakan jarum beracun untuk menghabisi nyawa Jong-Nam.

Para terduga pelaku kemudian melarikan diri menggunakan taksi setelah peristiwa tersebut.

Pihak pemerintah Korea Selatan belum ada yang berbicara terbuka terkait kebenaran kabar tersebut.

Sementara, otoritas kepolisian di bandara Kuala Lumpur hanya membenarkan bahwa pada Senin kemarin ada warga Korea yang ditemukan sakit, dan lalu dilarikan ke RS.

Pria Korea itu tewas sebelum sampai di rumah sakit. Sementara, polisi Malaysia mengaku tak mengetahui identitas lelaki Korea itu.

Baca: Kim Jong Nam Dikabarkan Tewas Dibunuh, Ini Penjelasan Polisi Malaysia

Jika kabar pembunuhan ini benar, maka kasus ini menjadi peristiwa terbesar yang terjadi dalam rezim Kim Jong-Un. Sebelumnya, terjadi eksekusi terhadap paman mereka, Jang Song-Thaek bulan Desember 2013.

Kim Jong-Un diyakini sedang berupaya memperkuat kekuasaannya, di tengah tekanan dunia internasional terkait program nuklir dan misil yang dibangunnya.

Percobaan peluncuran misil Korut terakhir kali dilakukan pada hari Minggu (12/2/2017) yang mengundang kecaman keras dari Dewan Keamanan PBB.

Kim Jong-Nam, yang kini berusia 45 tahun sempat dipandang sebagai pewaris tahta sang ayah Kim Jong-Il.

Namun, hal itu berantakan setelah terkuak kasus memalukan di tahun 2001. Kala itu, Kim Jong-Nam masuk ke Jepang dengan paspor palsu, demi pelesir ke Disneyland.

Sejak saat itu, dia hidup di pengasingan dan lebih sering berada di Macau.

Saudara tiri Jong-Nam, Jong-Un kemudian menjadi pemimpin baru Korut setelah ayah mereka wafat pada Desember 2011.

Sebelumnya, Jong-Nam dikenal sebagai tokoh yang menyuarakan reformasi di Korut. Suatu ketika dia sempat berbicara kepada media di Jepang bahwa dia menentang proses peralihan kekuasaan yang terjadi di negaranya.

Diberitakan AFP, Jong-Nam dikenal dekat dengan pamannya, Jang Song-Thaek, salah satu penasihat tidak resmi dan mentor politik bagi pemimpin Korut saat ini.

Sebelum kabar menggemparkan di Malaysia ini, Jong-Nam telah beberapa kali menjadi target pembunuhan.

Di bulan Oktober 2012, pihak kejaksaan Korea Selatan mengaku menangkap seorang warga Korut yang dituduh sebagai mata-mata.

Belakangan dia mengaku terlibat dalam upaya pembunuhan dengan skenario tabrak lari yang menyasar Jong-Nam di China tahun 2010.

Terlihat di Jakarta

Di tahun 2014, Jong-Nam dilaporkan berada di Indonesia. Dia terlihat di sebuah restoran Italia yang dikelola pengusaha asal Jepang, di Jakarta.

Setelah itu, Jong-Nam dikabarkan kerap melakukan perjalanan bolak-balik dari Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Perancis.

Di tahun 2012, sebuah harian di Moskwa menyebut,  Jong-Nam terbelit masalah keuangan, menyusul sikap berseberangan yang dipilihnya.

Tabloid Mingguan The Argumenty i Fakty sempat memberitakan Jong-Nam diusir dari sebuah hotel mewah di Macau, akibat utang 15.000 dollar AS.

Tahun lalu, otoritas Korsel mengeluarkan peringatan tentang ancaman pembunuhan terhadap Jong-Nam di negeri gingseng.

Korsel pun mencatat upaya pembunuhan terhadap Hwang Jang-Yop, salah satu mantan mentor Kim Jong-Il.

Jang Yop menjadi sasaran pembunuhan karena membelot ke Korsel di tahun 1997. Dia kemudian meninggal dunia secara wajar di tahun 2010.

Jong-Nam lahir dari hubungan sang ayah di luar pernikahan dengan Sung Hae-rim, seorang artis Korea Selatan, yang meningal dunia di Moskwa.[mr/kcm]

Category: 
Loading...