5 April 2020

Italia Selamatkan 2.000 Pengungsi Dari Perairan Libya

Konfrontasi - Pasukan penjaga pantai Italia pada Ahad memulai gerakan besar-besaran menyelamatkan lebih dari 2.000 pengungsi, yang terdampar di perairan antara pulau Lampedusa, Italia, dengan pantai Libya, kata media setempat.

Penyelamatan itu muncul bertepatan dengan penutupan sementara kedutaan Italia di Libya karena keamanan di negara tersebut memburuk.

Sekitar 2.164 pengungsi dari Libya harus diselamatkan dengan puluhan kapal, kata media Italia mengutip pernyataan badan SAR.

Hingga Ahad sore, sekitar 520 pengungsi diselamatkan kapal angkatan laut Italia, kata laman berita TGcom24.

Sementara itu, lebih dari 900 migran lainnya diangkut dengan kapal-kapal kecil milik penjaga pantai dan bea cukai. Kapal-kapal lain yang kebetulan berada di area juga turut menyelamatkan para pengungsi.

Kementerian transportasi Italia mengatakan bahwa sejumlah anggota penjaga pantai menerima ancaman dari empat orang bersenjata Kalashnikov yang menggunakan kapal cepat dari arah pantai Libya.

Para pengancam itu memaksa penjaga pantai kembali ke Italia tanpa membawa pengungsi.

Menurut PBB, rute perairan antara Libya ke Italia memang merupakan rute penyeberangan pengungsi yang paling berbahaya di dunia. Ada tahun lalu, lebih dari 3.200 orang tewas saat berupaya berlindung ke Italia melalui kapal dari Afrika Utara.

Pada pekan lalu, lebih dari 300 pengungsi tewas di Laut Mediterania saat kapal kecil yang mereka gunakan tenggelam karena kebanyakan penumpang.

Para pengungsi itu mencari perlindungan ke Italia dan negara-negara Eropa lain karena Libya memang tengah dilanda kerusuhan. Jumlah pegungsi pada akhir-akhir ini semakin banyak karena krisis di Tripoli semakin besar.

Italia sendiri bahkan harus mengevakuasi staf kedutaan di Libya pada Ahad akibat krisis tersebut.

Sejak mantan diktator Muamar Gaddafi terguling dari kekuasaannya pada 2011, Libya terus dilanda konflik antar kelompok bersenjata yang berupaya menguasai sejumlah kota kunci dan lumbung-lumbung minyak.

Kelompok teroris ISIS juga aktif di negara tersebut. Mereka pada Ahad menyeiarkan video pembantaian terhadap 21 warga Mesir penganut Kristen Koptik yang kebetulan tengah berada di Libya.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Italia Robaerta Pinotti pada Ahad menyebut resiko penyusupan anggota teroris di dalam kapal yang membawa pengungsi dari Libya.

Dalam wawancara dengan surat kabar Il Messaggero, Pinotti menyatakan bahwa Italia siap memimpin koalisi negara-negara Eropa dan Afrika untuk menumpas kelompok teroris di Libya. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...