Iran: Kami Telah Berkoordinasi dengan PBB Soal Bantuan Yaman

Konfrontasi - Iran mengatakan, Kamis (14/5), pihaknya telah berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar kapal pembawa bantuan bisa berlabuh di Yaman, setelah sebelumnya Pentagon meminta Iran mengalihkan kapalnya menuju kantor PBB di Djibouti.

Pengiriman kapal Iran tersebut memantik perang kata-kata dengan Washington dan pemerintah Yaman, yang berada dalam pengasingan, yang mengatakan akan mengambil tindakan jika kapal tersebut memasuki perairan Yaman.

Pentagon mendesak kapal itu untuk mengubah haluan dan membawa bantuan ke kantor PBB di Djibouti, untuk mengusir kekhawatiran bahwa kargo tersebut merupakan peralatan militer.

Militer Iran memperingatkan setiap upaya untuk menghentikan kapal itu, dengan seorang komandan senior mengatakan "satu tembakan bisa dimulai" jika kapal itu dicegah mengantarkan kargo.

Wakil Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian seperti dikutip kantor berita IRNA mengatakan bahwa Teheran mengambil semua langkah yang diperlukan bagi kapal itu untuk menuju Yaman.

"Koordinasi yang diperlukan telah dilakukan dengan otoritas yang relevan di PBB bagi berlabuhnya kapal itu dalam membawa bantuan kemanusiaan Iran untuk Yaman," katanya.

Pejabat-pejabat Iran mengatakan kapal yang membawa 2.500 ton bantuan kemanusiaan itu diarahkan ke pelabuhan Hodeida, yang dikuasai pemberontak di pantai Laut Merah, Yaman.

Kapal itu meninggalkan kota pelabuhan Iran di selatan, Bandar Abbas, pada Senin malam.

"Pengiriman melalui udara untuk bantuan pangan dan medis dari Palang Merah Iran lewat Oman dan Djibouti juga tengah dilakukan," kata Amir-Abdollahian.

Badan-badan kemanusiaan mengirimkan bantuan bagi warga sipil di Yaman selama gencatan senjata selama lima hari, setelah hampir tujuh minggu dilancarkannya serangan oleh koalisi dipimpin Saudi terhadap pemberontak Huthi.

Arab Saudi berulang kali menuduh Iran mempersenjatai kelompok pemberontak.

Baik Iran maupun pemberontak membantah tudingan itu.

Perdebatan soal kapal tersebut memicu kemungkinan bentrokan antara Washington dan Teheran di jalur perairan utama itu, yang menghubungkan kawasan Teluk dan Lautan Hindia dengan kawasan Mediterania melalui Terusan Suez. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...