Hormati Kedatangan Paus Para Anggota Kongres AS Dilarang Bersalaman

Konfrontasi - Pimpinan Kongres Amerika Serikat pada Kamis (17/9/2015), memberikan arahan mengenai tata tertib anggotanya dalam menyambut Paus Fransiskus.

Dalam aturan itu, Pimpinan Kongres yang terdiri dari empat orang tersebut, meminta agar anggota Kongres untuk tidak berjabat tangan dan melakukan percakapan dengan Sri Paus.

Paus akan melakukan kunjungan ke AS pada 24 September dan rencananya dia akan menjadi Paus pertama yang mengikuti rapat gabungan Senat dan House of Representatives. Karena itulah para anggota parlemen telah diberi panduan tentang bagaimana berperilaku selama kunjungan.

Dalam surat mereka, Ketua House of Representatives John Boehner, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, Pemimpin Senat Demokrat Harry Reid, dan Pemimpin House of Representatives Demokrat Nancy Pelosi meminta anggota untuk menahan diri dari jabat tangan dan percakapan di sepanjang lorong gedung ruang setelah paus, anggota kabinet, dan pejabat lainnya tiba.

"Untuk menghormati jadwal Paus dan agar tepat waktu, kami dengan hormat meminta Anda membantu kami dengan menahan diri dari jabat tangan dan percakapan di lorong tengah," tulis keempat pimpinan itu, seperti yang dilansir Reuters, Jumat (18/9/2015).

Berjabat tangan, berpelukan serta melakukan percakapan adalah ritual yang sering dilakukan anggota parlemen AS saat ada kunjungan tamu penting, tak terkecuali Presiden AS sendiri ketika hendak memasuki ruangan.

Namun untuk kali ini, hal tersebut akan ditiadakan mengingat jadwal padat dari Paus saat mengunjungi Amerika pada pekan depan.

Kementerian Luar Negeri juga mengeluarkan pedoman yang sama, tapi diizinkan berjabat tangan jika Paus yang memulainya. Selain itu, bagi yang beragama Katolik diizinkan untuk mencium cincin yang dikenakan di tangan kanan Paus. (tmp/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...