Hengkang dari Perjanjian INF, Rusia akan Kembangkan Rudal Terlarang

 KONFRONTASI-Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia menghentikan partisipasinya dalam perjanjian INF setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menangguhkannya. Rusia akan mengembangkan rudal yang sebelumnya dilarang berdasarkan ketentuan tersebut.

“Tanggapan kita akan menjadi cermin. Mitra kami, AS, mengatakan bahwa mereka menghentikan keikutsertaan mereka dalam perjanjian itu, dan kami melakukan hal yang sama,” kata Putin di Moskow sehubungan dengan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

"Mereka mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian dan pengujian (pada senjata baru) dan kami akan melakukan hal yang sama," jelas Putin dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu seperti dikutip dari RT, Sabtu (2/2/2019).

Namun, ia menyatakan Rusia tidak akan mengerahkan rudal jarak pendek dan menengah ke Eropa kecuali Washington melakukannya terlebih dahulu.

Lebih jauh Putin mengatakan bahwa tawaran untuk memodernisasi perjanjian 1987 itu dan membuatnya lebih transparan masih di atas meja, tidak ada lagi pembicaraan yang harus dimulai dengan AS untuk mencoba dan menyelamatkannya.

"Mari kita tunggu sampai mitra kita cukup matang untuk mengadakan pembicaraan yang bermakna pada topik ini, yang sangat penting bagi kita, mereka, dan seluruh dunia," kata Putin.

Selama pertemuan dengan Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bersikeras bahwa Moskow berusaha melakukan segala yang bisa untuk menyelamatkan perjanjian itu.

"Ini termasuk langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya melampaui kewajiban kami," katanya, menuduh Washington secara sistematis merusak perjanjian INF secara sistematis setidaknya sejak akhir 1990-an.

Secara khusus, Washington memulai pengujian drone yang sesuai dengan karakteristik dari rudal jelajah darat yang dilarang dalam perjanjian.

Kemudian, AS memasang sistem peluncuran MK 41 untuk perisai pertahanan di Eropa yang dapat digunakan untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk jarak menengah tanpa modifikasi apa pun.

"Ini adalah pelanggaran langsung terhadap INF," sela Putin.

"Peluncur seperti itu sudah selesai di Rumania, lebih banyak dijadwalkan untuk dioperasikan di Polandia dan Jepang," kata Lavrov.

Sementara Shoigu melangkah lebih jauh, mengatakan bahwa meskipun ada rumusan yang tidak jelas, AS hampir tidak menyembunyikan bahwa tidak hanya melakukan penelitian pada rudal jarak pendek dan menengah.

"Sederhananya, AS sudah mulai memproduksi roket ini," kata Shoigu.

Putin mengatakan runtuhnya perjanjian INF tidak berhenti sampai di situ saja, tetapi juga menandai kebijakan yang disengaja oleh Washington yang dapat merusak perjanjian New START, yang akan berakhir pada 2021.

“Selama bertahun-tahun, kami telah berulang kali menyarankan untuk mengadakan pembicaraan pelucutan senjata baru, tentang semua jenis senjata. Selama beberapa tahun terakhir, kami melihat inisiatif kami tidak didukung. Sebaliknya, dalih terus diupayakan untuk menghancurkan sistem keamanan internasional yang ada,” tutur Putin.

Pada bulan Desember, pemerintahan Trump mengancam akan keluar dari perjanjian INF dalam waktu 60 hari, kecuali Rusia menghentikan dugaan melanggarnya dengan rudal 9M729, yang diklaim Washington melebihi dari jarak yang diizinkan. Perjanjian ini membatasi rudal nuklir dan konvensional yang diluncurkan dari darat dengan jarak antara 500 dan 5.500 km.

Moskow membantah telah melanggar perjanjian itu, dan menawarkan inspeksi timbal balik tambahan selama pembicaraan yang gagal di Jenewa bulan lalu. Pada 1 Februari, Washington secara resmi mengkonfirmasi bahwa perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan akan ditangguhkan selama 180 hari. Gedung Putih juga mengisyaratkan niat untuk sepenuhnya menarik diri darinya sesudahnya.[mr/sindo]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...