Gubernur The Fed Sebut Perang Dagang AS-China Bebani Keputusan Investasi

Konfrontasi - Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa perang perdagangan antara Tiongkok dan AS membebani keputusan investasi perusahaan.

"Saya pikir itu adalah sebuah ketidakpastian. Perang tarif pada perdagangan kedua negara menyebabkan beberapa perusahaan menahan investasi sekarang," kata Jerome Powell di Swiss, Jumat (6/8/2019).

Jerome Powell telah mendengar soal ketidakpastian investasi akibat perang dagang. "Jadi untuk bisnis, khususnya investasi jangka panjang di pabrik, peralatan atau perangkat lunak, mereka menginginkan kepastian,” kata Jerome Powell.

Tiongkok dan AS terlibat perang dagang sehingga mengguncang pasar keuangan sejak tahun lalu. Pada bulan Agustus, peningkatan tensi kedua negara menyebabkan bursa saham AS mencatat kerugian terbesar satu bulan sejak Mei.

Ketegangan antara kedua sedikit mencair pada minggu ini setelah pejabat perdagangan Tiongkok mengatakan pihaknya akan terbang ke Washington bulan depan untuk melanjutkan negosiasi. Namun harapan kedua belah pihak mencapai kesepakatan sangat kecil.

Ketidakpastian perdagangan membuat The Fed melonggarkan kebijakan moneternya, mengikuti bank sentral lainnya di luar negeri. The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Juli dan diperkirakan akan memangkas suku bunga lagi pada akhir bulan ini.

Powell mengatakan suku bunga yang rendah membantu menjaga ekonomi AS pada kondisi baik. Sektor jasa AS tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Agustus, menurut data dari Institute of Supply Management yang dirilis Kamis. Namun sektor manufaktur AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak 2016 bulan lalu. (br1/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...