Gedung Putih Berharap Pertemuan Trump-Kim Terlaksana: Page 2 of 2

Pada pekan lalu, Trump secara mengejutkan mengaku bersedia bertemu dengan Kim, yang mungkin akan terlaksana pada akhir Mei, atau satu bulan setelah pertemuan puncak dua negara Korea pada April.

Berita mengenai kemungkinan pertemuan itu merupakan pembalikan dramatis atas kekhawatiran terjadinya perang akibat sengketa program persenjataan nuklir dari Korea Utara.

Trump menyampaikan kesediaannya setelah pemimpin Korea Utara dikabarkan berkomitmen terhadap denuklirisasi dan berjanji untuk menahan diri tidak menggelar uji coba nuklir dan rudal.

Sementara itu Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan menggelar pertemuan di desa Panmunjom yang terletak di perbatasan kedua negara. Namun tempat pertemuan dengan Amerika Serikat belum ditentukan.

Duta Besar Korea Selatan untuk PBB Cho Tae-yul menyebut rencana perundingan dengan Korea Utara sebagai “peluang yang hanya terjadi sekali seumur hidup.” Korea Selatan sudah dan akan mengirim sejumlah delegasi ke China, Jepang, dan Rusia untuk mengabarkan berita ini.

Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa perundingan itu merupakan peluang penting.

“Namun pada saat bersamaan, semua pihak harus bersabar dan menunjukkan kebijaksanaan politik,” kata Xi sebagaimana dikutip dari kantor berita China.

Xi berharap perundingan antara dua Korea dan Amerika Serikat bisa berjalan lancar dan menghasilkan kemajuan signifikan terkait proses denuklirisasi dan normalisasi hubungan.

Ketegangan di Semenanjung Korea baru-baru ini mereda setelah Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada bulan lalu. (akt/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA