28 February 2020

Eropa Kedinginan, Australia Malah Kepanasan

KONFRONTASI-Di saat belahan dunia Eropa mengalami musim dingin, Australia justru harus menghadapi gelombang panas yang diperkirakan akan semakin buruk pada pekan ini.

Dikatakan pihak berwenang pada Rabu (18/12), untuk pekan ini, Australia telah memecahkan rekor hari terpanas dengan rata-rata suhu nasional mencapai 40,9 derajat celsius pada Selasa kemarin (17/12).

Angka ini mengalahkan rekor sebelumnya pada Januari 2013 dengan suhu 40,3 derajat celcius.

"Panas ini hanya akan semakin meningkat hari ini," ujar ahli meteorologi, Diana Eadie seperti yang dimuat Channel News Asia.

Gelombang panas ini juga memperburuk situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Sydney dan sekitarnya. Alhasil asap karhutla meningkatkan polusi udara ke tingkat yang sangat berbahaya.

Setidaknya tiga juta hektare tanah terbakar sementara enam orang tewas dan 700 rumah hangus terbakar dalam kebakaran yang disebut "mega-blaze" itu.

Cuaca panas juga diperkirakan akan mencapai pertengahan 40 derajat Celcius pada Kamis (19/12) di negara bagian timur New South Wales. Angin turbulen dengan kecepatan 100 km/jam juga akan menghantam pantai timur yang diperkirakan akan memperburuk kobaran api.

"Selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat petugas pemadam kebakaran, layanan darurat, dan semua komunitas yang dekat dengan kebakaran menghadapi ancaman baru," kata komisaris pemadam kebakaran New South Wales, Shane Fitzsimmons.

Di sisi lain, alih-alih menghadapi unjuk rasa perubahan iklim di kediamannya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison justru berlibur di luar negeri yang lokasinya dirahasiakan. (mrmrmol)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...