12 December 2019

Daging Sapi Asal AS Diduga Tidak Halal

KONFRONTASI - Sebuah perusahaan makanan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dituduh telah memalsukan label halal pada produk daging sapi yang diekspor ke beberapa negara Teluk dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Laman Arabian Business, Rabu, 24 Desember 2014, menyebut awal bulan ini, Midamar Corporation, yang berbasis di Iowa, Midwestern AS, telah dituduh memasok daging senilai hampir US$5 juta untuk pelanggan muslim di Malaysia, Kuwait, dan UEA. 

Direktur perusahaan, Jalel dan Yahya 'Bill' Aossey, telah didakwa jaksa federal AS atas tuduhan bersekongkol untuk membuat dan menggunakan pernyataan palsu untuk menjual produk daging halal.

Bahkan, sister company dari Midamar, yang mengekspor daging ke Indonesia, juga dinyatakan terlibat dalam kasus ini.

Namun, dalam pernyataan yang dimuat di situs perusahaan, Midamar mengatakan, bila berita tersebut tidak benar. Bahkan, perusahaan itu juga menuduh beberapa kantor berita telah menerbitkan informasi yang menyesatkan tentang Midamar.

"Midamar adalah perusahaan makanan halal dalam hal esensi dan praktik. Midamar tidak terima atas tuduhan ini dan sekarang berusaha untuk memahami, apa maksud pemerintah mendasarkan tuduhan itu," ujar pernyataan tersebut.

Sister company dari Midamar, Islamic Service of America, yang mendistribusikan daging ke Malaysia, Indonesia, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA, juga telah terlibat dalam aksi tersebut.

Jaksa menyatakan, daging sapi Midamar berasal dari pemasok yang menggunakan bolt stunning untuk membunuh ternak. Bukan disembelih menurut cara Islam. Label dari pemasok, kata jaksa, telah dihapus oleh karyawan untuk menutupi asal daging.

Namun, Midamar menyatakan kalau pelanggaran pelabelan tersebut sengaja dipelintir oleh media, untuk menuduh perusahaan telah melakukan penipuan label Halal. "Sejak 2010, Midamar telah sepenuhnya sesuai dengan peraturan ekspor USDA," ujar pernyataan itu merujuk peraturan US Department of Agriculture (USDA).

"Midamar tengah berurusan dengan pemerintah yang tidak sepenuhnya memahami kompleksitas dan kepekaan pasar halal global," tambah pernyataan itu.

Perusahaan itu juga mengatakan tengah bekerja tanpa lelah untuk menyelidiki tuduhan ini. "Menuduh kami telah menjual daging halal yang tidak halal, sangat kontraproduktif dan tidak bermoral," tambah pernyataan tersebut.[viva]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...