China Lakukan Investigasi Anti-dumping, Ekspor Anggur Australia Terancam

KONFRONTASI- Pemerintah China telah meluncurkan investigasi anti-dumping terhadap ekspor anggur Australia, seiring terus meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Canberra.

Mengutip ABC News, industri anggur menjadi industri ketiga Australia yang akan menjadi korban ketegangan dengan China tahun ini, dimana ekspor daging sapi dan kedelai telah lebih dulu dikenai sanksi. Pemerintah China juga telah memperingatkan turis dan pelajar untuk tak mengunjungi Australia seiring memburuknya hubungan kedua negara.

Kementerian Perdagangan China resmi mengumumkan digelarnya investigasi tersebut. Kementerian tersebut akan mencari tahu apakah produsen anggur Australia dengan sengaja menjual produknya dengan harga murah untuk mengganggu produser lokal dan meraih pangsa pasar yang lebih besar. Tahun lalu, ekspor anggur Australia ke China bernilai 1,25 miliar dolar, lebih dari sepertiga pasar ekspor anggur negara tersebut.

Langkah China tersebut mulai berdampak pada industri anggur Australia. Saham Treasury Wine Estates (TWE) misalnya, dihentikan perdagangannya setelah amblas 15% pagi ini. Dalam pernyataannya, Treasury Wine Estates menyatakan siap bekerja sama dengan permintaan informasi dari pihak berwenang China maupun Australia.

"TWE memiliki hubungan yang baik dan panjang dengan China selama bertahun-tahun melalui tim, mitra, pelanggan dan konsumennya," ungkap perusahaan tersebut dalam pernyataannya.

Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengatakan bahwa pihak berwenang China juga memperingatkan Australia bahwa mereka mungkin meluncurkan investigasi lanjutan mengenai apakah eksportir anggur Australia mendapat keuntungan dari subsidi pemerintah.

"Ini sangat mengecewakan dan perkembangan yang mengejutkan," ujar Senator Birmingham. "Anggur Australia sangat diminati di China karena kualitasnya. Anggur Australia juga tak dijual di bawah harga pasar dan ekspor pun tak disubsidi," tegasnya.

Sementara itu, sumber dari industri juga mencemooh tudingan bahwa anggur Australia dijual murah di China. Konsultan anggur Victoria James Hall mengatakan, sebotol anggur Australia rata-rata tiga kali lebih mahal dari anggur lokal.

"Nilai anggur Australia yang diimpor China naik hampir dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir," ujarnya kepada ABC Statewide Drive Victoria. "Ini gila. Keputusan (China) itu kelihatannya politis," ujarnya.

Jeffrey Wilson dari Perth USAsia Centre mengatakan, ada pola yang jelas mengenai pemaksaan secara ekonomi yang kini muncul. "Dubes China untuk Australia secara terbuka telah mengancam untuk memberikan sanksi terhadap anggur (Australia) April lalu. Jadi sulit untuk percaya bahwa ini adalah penyelidikan kebijakan perdagangan biasa," cetusnya.

Namun, Wilson memperingatkan bahwa industri anggur negara itu akan sangat terpukul jika Kementerian Perdagangan China menyimpulkan bahwa terjadi dumping dan kemudian menerapkan sanksi.

"Dengan China yang menyerap lebih dari sepertiga ekspor anggur Australia, pasar terbesar bagi Australia, dampak pengenaan tambahan cukai berpotensi jadi bencana bagi industri yang menyerap banyak tenaga kerja ini," ujarnya.

China tampaknya menggunakan ekonomi untuk menghukum Australia seiring memburuknya hubungan bilateral kedua negara akibat sejumlah perselisihan baru-baru ini.

Pemerintah Federal Australia membuat marah Beijing dengan mengeluarkan perusahaan telekomunikasi China Huawei dari jaringan 5G Australia. Australia pun telah lama frustrasi akibat meningkatnya serangan siber dari China. Pemerintah Australia juga berulang kali mengkritisi militerisasi Beijing atas Laut China Selatan dan penekanan negeri komunis itu pada Hong Kong.

Namun, China telah membantah bahwa langkah penerapan tarif pada kedelai Australia dan larangan impor dari sejumlah rumah potong negara itu terkait dengan ketegangan politik antara kedua negara.[mr/snd]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...