Butuh Perjuangan Ekstra, Distribusi Vaksin Covid-19 Harus Berada di Suhu -80 Derajat Celsius

Konfrontasi - Perjuangan untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada penerima bukan perkara mudah. Sekalipun vaksin tersedia, butuh usaha keras untuk mengirimnya sampai ke penerima, tanpa membuat kualitasnya menurun.

Pasalnya sebagian vaksin virus corona harus selalu berada di suhu -80 derajat Celsius, terhitung sejak dimasukkan ke botol sampai diinjeksi ke manusia.

Masalah yang bakal dihadapi adalah saat pengiriman dari produsen ke penerima yang bisa menempuh jarak ribuan kilometer.

Suhu setara pedalaman Kutub Selatan itu harus tetap menyertai perjalanan vaksin sampai ke miliaran penduduk dunia.

Perusahaan-perusahaan logistik mulai berpikir serta berusaha keras mencari cara menyimpan ratusan juta dosis vaksin dalam suhu -80 derajat selama pengiriman. Penggunaan dry ice akan menjadi salah satu pilihan.

Pesawat, kapal, truk, serta gudang penyimpanan harus dilengkapi dengan freezer, tentu saja bukan kotak pendingin biasa. Tantangan lain, botol vaksin harus tahan suhu ekstrem.

"Kami baru paham kompleksitas pengiriman. Tidak ada jalan lain, ini menuntut suhu sangat ekstrem yang akan membatasi akses dan pengiriman," kata J Stephen Morrison, wakil presiden lembaga riset Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS), dikutip dari The New York Times, Minggu (20/9/2020).

Dari tiga vaksin yang sudah menjalani uji coba klinis Fase 3 di AS, dua di antaranya, dibuat oleh Moderna-National Institutes of Health serta Pfizer-BioNTech, harus disimpan dalam kondisi beku secara konstan. Vaksin dibuat dari materi genetik yang bisa hancur jika mencair.

Kandidat vaksin lainnya, termasuk yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford Inggris, harus tetap di suhu dingin meskipun tidak sampai dibekukan.

Perusahaan distributor obat, McKesson, memenangkan kontrak dari pemerintah federal AS pada bulan lalu untuk mengirim vaksin virus corona. Namun, tetap saja sebagian besar pengiriman akan jatuh ke perusahaan di luar industri medis dan obat-obatan mengingat permintaannya sangat besar.

Perusahaan logistik besar AS seperti UPS dan FedEx, memiliki jaringan freezer yang biasa digunakan untuk mengirim makanan dan persediaan medis mudah rusak. Perusahaan-perusahaan tersebut juga memiliki pengalaman pengiriman vaksin untuk penyakit lain, termasuk flu.

UPS menyatakan sedang membuat fasilitas freezer di Louisville, Kentucky, di mana tempat itu dapat menyimpan jutaan dosis pada suhu di bawah nol.

FedEx juga menyiapkan diri. Pendistribusian vaksin dipimpin oleh Richard W Smith, putra pendiri perusahaan Fred W Smith. Perusahaan ini berpengalaman mendistribusikan vaksin H1N1 pada 2009.

Sementara itu Pfizer telah merancang kotak khusus untuk mengangkut vaksin Covid-19. Kotak-kotak yang ukurannya seperti alat pendingin besar itu bisa menampung ratusan botol kaca yang masing-masing bisa membawa 10 hingga 20 dosis vaksin. (inw/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...