Bom Bunuh Diri di Afghanistan 30 Tewas

KONFRONTASI - Serangan bom di badan keamanan nasional (NDS) Afganistan di Kabul, Selasa, 19 April 2016, menewaskan 30 orang dan melukai 320 lainnya.

Seperti dilaporkan AFP dan BBC, pelaku ledakan bom tersebut adalah kelompok Taliban. Serangan tersebut dilakukan dengan aksi bom bunuh diri menggunakan mobil serta tembakan senjata api. Serangan ini merupakan yang pertama di musim semi. Juru bicara kementerian dalam negeri Sediq Sediqqi mengatakan seorang penyerang bunuh diri meledakkan bom dalam kendaraan yang dikemudikannya. "Ledakan pertama dilancarkan oleh seorang pembom bunuh diri di dalam sebuah mobil," ujar Sediqqi.

Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengecam keras aksi teror Taliban tersebut. Dilaporkan, lokasi badan keamanan tersebut hanya beberapa ratus meter dari Istana Presiden di pusat kota Kabul.
Sementara itu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid telah mengakui bahwa pihaknya adalah dalang di balik serangan teror pertama di musim semi. Zabihullah mengungkapkan, salah satu anggotanya berhasil menyusup ke kantor badan keamananan nasional, yangmerupakan lembaga utama intelijen Afganistan. Dia juga menambahkan bahwa pihaknya masih akan melakukan sejumlah serangan lainnya.

Obaidullah Tarakhail, komandab polisi Kabul yang berada di lokasi kejadian mengatakanbahwa ledakan bom Taliban tersebut sangat keras. "Ini adalah ledakan terkeras yang pernah saya denganr seumur hidup," ujarnya.
Lebih lanjut kata Tarakhail, 20 menit usai ledakan tersebut, dia sempat tak bisa melihat dan mendengar apapun. "Semuanya terlihat gelap, penuh dengan asap dan debu," ujarnya lagi.
Sementara Kepala Kepolisian Afganistan Abdul Rahman Rahimi kepada awrtawan mengatakan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan masih bis abertambah. Pasalnya, dari ratusan korban terluka, banyak yang kondisinya serius.(pkrrkyt/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA