Beijing akan Lawan Demo di Hong Kong

KONFRONTASI-Tiongkok, Selasa (30/9) menyebut unjukrasa pro-demokrasi di Hongkong tidak sah, sementara media pemerintah menegaskan Beijing tidak akan menyerah tetapi menunggu opini publik untuk melawan protes itu.

Puluhan ribu orang, yang berada di pusat bisnis internasional, berikrar tidak akan menghentikan blokade-blokade mereka di jalan hingga pihak berwenang Beijing memberi mereka pemilihan demokratis untuk memilih pemimpin mereka.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Huang Chunying dalam satu taklimat reguler bahwa "satu pertemuan tidak sah" diselenggarakan di Hongkong mulai Minggu diikuti dengan serangkaian kegiatan ilegal.

"Kami yakin penuh dan dengan mendukung pemerintah SAR Hongkong menangani masalah ini," tambahnya,setelah kepala eksekutif Leung Chun-ying mengatakan protes-protes yang diselenggaraan oleh "Occupy Central" telah "berada di luar kendali".

Pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping tidak memberikan komentar menyangkut protes itu dan tetap bungkam sementara ia dan para pejabat penting partai lainnya meletakkan karanga bunga di Taman Tiananmen pada "Hari Palawan" pertama, satu hari libur untuk memperingati para pahlawan nasional Tiongkok.

Pada petang sebelumnya Xi "mengappresiasi satu konser musik", kata surat kabar resmi Partai Komunis "People's Daily".

Xi terlihat tersenyum dan bertepuk tangan didampingi Perdana Menteri Li Keqiang dan mantan presiden Jiang Zemin, yang berkuasa setelah tindakan keras militer terhadap protes pro-demokrasi di Beijing tahun 1989.

Tiongkok di bawah Xi melumpuhkan pembangkang, tetapi kepemimpinan Hongkong membantah spekulasi bahwa Beijing akan mengirim tentara untuk menghentikan protes-protes itu.

Surat kabar itu dalam satu komentar di lamannya mengatakan para pemerotes adalah satu "minoritas ekstrim" yang telah "mengancurkan norma hukum" di kota itu.

"Ini melanggar perdamaian dan perilaku yang ekstrim akhirnya akan membawa pada hancurnya tata sosial," tambahnya.

Surat kabar yang dikelola pemerintah itu mengatakan protes-protes itu "merusak perdamaian lokal dan stabilitas".

Inggris pada Senin menyuarakan kekhawatiran mereka pada protes-protes yang meningkat di Hongkong dan menyerukan dilakukan perundingan-perundingan yang "konstruktif", sementara Amerika Serikat meminta para pemimpin Hongkong menahan diri dan mengatakan pihaknya mendukung bagi hak pilih universal di daerah itu.

Juru bicara kementerian luar negeri Hua mengecam negara-negara asing mengeluarkan pernyataan-pernyataan mrngenai demonstrasi-demonstrasi itu.

"Masalah-masalah Hongkong adalah masalah-masalah domestik Tiongkok," katanya.

"Kami mendesak negara-negara asing untuk berhati-hati dan tidak mencampuri masalah-masalah dalam negeri Tiongkok," katanya.[mr/akt]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...