Bank AS Larang Pengguna Kartu Kredit Beli Mata Uang Virtual

Konfrontasi - Semakin banyak bank yang melarang pengguna kartu kreditnya membeli mata uang virtual menggunakan kartu kredit.

JPMorgan Chase & Co., Bank of America Corp. dan Citigroup Inc. mengumumkan bahwa mereka melarang pengguna kartu kredit mereka untuk membeli cryptocurrency menggunakan kartu kredit. 

JPMorgan, yang mengumumkan larangan ini pada hari Sabtu, menyebutkan bahwa mereka tidak ingin mengambil risiko terkait transaksi mata uang virtual, ungkap juru bicara Mary Jane Rogers.

Sementara Bank of America mulai menolak untuk melakukan transaksi dengan bursa cryptocurrency pada hari Jumat. Regulasi baru ini berlaku untuk kartu kredit pribadi dan perusahaan. Namun, pelanggan Bank of America masih bisa membeli mata uang virtual dengan kartu debit mereka.

Jumat sore, Citigroup mengumumkan bahwa mereka juga akan menghentikan pembelian cryptocurrency menggunakan kartu kredit mereka. "Kami akan terus meninjau peraturan kami seiring dengan perkembangan pasar ini," kata juru bicara Jennifer Bombardier, seperti yang dikutip dari Bloomberg, Minggu (4/2/2018).

Membiarkan nasabah menggunakan kartu kredit untuk membli mata uang virtual bisa menyebabkan masalah pada bank. Uang yang dipinjam bisa tidak kembali jika nasabah bertaruh dengan membeli cryptocurrency dan justru merugi.

Selain itu, ada juga kemungkinan para pencuri identitas menggunakan kartu kredit orang lain untuk membeli mata uang virtual. 

Para regulator juga meminta para bank untuk memonitor transaksi pelanggan untuk memastikan mereka tidak melakukan pencucian uang. Memonitor pencucian uang ketika uang sudah berubah menjadi koin digital lebih sulit jika dibandingkan dengan ketika uang masih dalam bentuk mata uang konvensional. (mtv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...