Banjir dan Longsor Tewaskan Puluhan Orang di Kongo

KONFRONTASI-Banjir dan tanah longsor terjadi di Ibu Kota Kongo, Kinshasa. Akibatnya, ada 41 orang yang tewas dan ratusan rumah terendam banjir hingga hancur.

Dilansir dari AFP, Rabu (27/11/2019), pejabat tinggi di Kinshasa mengatakan kota tersebut diguyur hujan lebat yang kemudian memicu banjir dan longsor pada Selasa (26/11). Jumlah korban diprediksi masih bisa bertambah.

"Kerugian, dalam hal harta benda dan nyawa, benar-benar besar," kata Wakil Gubernur Kinshasa, Neron Mbungu, kepada AFP.

"Delapan puluh persen dari kerugian disebabkan oleh konstruksi yang tidak sah. Orang-orang keras kepala dan tidak menghormati peraturan bangunan. Bahkan jika negara mengatakan mereka tidak boleh membangun di sana, mereka membangun. Dan Anda dapat melihat konsekuensinya hari ini," tambahnya.

Dia mengatakan salah satu korban tewas ialah seorang anak yang tersetrum. Akibat bencana ini, tiga dari 26 distrik kota dalam kondisi terpukul. Mbungu mengatakan sebuah jembatan yang menghubungkan distrik Lemba dan Ngaba telah runtuh dan yang lainnya hancur di distrik Kisenso.

Presiden Kongo, Felix Tshisekedi, mengunjungi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Dalam kunjungan tersebut dia diejek oleh sekelompok anak muda yang mengatakan kepadanya untuk datang dan meletakkan beton kembali ke jalan kita.

Di Lemba, seorang jurnalis AFP melihat sebuah lubang sedalam 10 meter dan 20 meter di seberang jalan.

"Lebih dari 300 rumah telah banjir. Ada banyak rumah yang hancur," kata Wali Kota Lemba, Jean Nsaka.

Banjir fatal sering terjadi di Kinshasa yang merupakan kota terbesar ketiga di Afrika dengan sekitar 10 juta penduduk. Para ahli mengatakan praktik pembangunan kota di bawah standar dan daerah kumuh menyebabkan jumlah kematian yang relatif tinggi.

Kematian akibat banjir di Kinshasa "terkait dengan kelebihan populasi (dan) membangun di atas tanah yang rentan terhadap banjir," kata mantan kepala Institut Geografis Kongo (IGC), Roger-Nestor Lubiku, kepada AFP.

Pada Januari tahun lalu, sekitar 50 orang tewas dalam tanah longsor dan banjir dan setelah rumah-rumah ambruk setelah hanya satu malam hujan lebat mengguyur ibu kota tersebut. Populasi Kinshasa telah berlipat ganda dalam waktu kurang dari dua dekade, dengan banyak orang yang tinggal di tempat tinggal yang genting.[mr/dtk]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...