Australia Larang Masuk Seluruh Turis China

KONFRONTASI- Setelah Singapura dan Amerika Serikat (AS), kini giliran Australia melarang masuk seluruh pelancong asal China. Langkah ini untuk menghentikan penyebaran virus Corona baru, 2019-nCoV, yang mewabah di negara Tirai Bambu.

Larangan masuk juga berlaku bagi turis atau pengunjung asing yang telah bepergian ke daratan China dalam 14 hari terakhir.

Kebijakan Canberra ini diumumkan Perdana Menteri Scott Morrison pada Sabtu (1/2/2020) sore, datang ketika jumlah orang Australia yang dikonfirmasi telah terjangkit virus Corona baru bertambah menjadi 12 orang dengan tiga kasus baru ditemukan di Victoria dan Australia Selatan.

Menteri Utama Queensland Annastacia Palaszczuk menyerukan agar semua penerbangan dari China ke Australia dilarang. Maskapai Qantas sendiri sudah memutuskan untuk menunda layanan ke daratan China.

Pada konferensi pers sore ini, PM Morrison mengatakan semua pelancong asing yang telah meninggalkan atau melewati daratan China 14 hari sebelum tiba di Australia sekarang akan ditolak masuk ke negara itu.

Larangan ini akan berdampak pada banyak turis dan pelajar China yang secara teratur mengunjungi Australia.

Menurut Morrison, warga negara Australia, penduduk tetap dan keluarga dekat mereka akan dikecualikan dari tindakan ketat.

"Akan ada pengaturan penyaringan dan penerimaan lanjutan di bandara-bandara utama dan semua warga Australia yang tiba dari China akan diberitahu untuk 'mengisolasi diri' selama 14 hari untuk memastikan mereka tidak terpengaruh. Langkah-langkah akan ditinjau dalam dua minggu," katanya, seperti dikutip news.com.au.

Wisatawan asal Hong Kong, yang berbatasan dengan daratan China, tidak termasuk dalam larangan tersebut. "Warga Australia masih dapat melakukan perjalanan ke Hong Kong, tetapi mereka harus berhati-hati," bunyi saran perjalanan dari pemerintah seperti dikutip dari situs web Smart Traveler.

Saat ini, warga Australia diberitahu untuk tidak melakukan perjalanan ke daratan China sama sekali. Pemerintah akan menyediakan 500.000 masker untuk staf bandara serta pelabuhan dan untuk penumpang yang tiba. Pemerintah juga menyediakan termometer genggam di pelabuhan yang terkena dampak.

“Prioritas pertama kami adalah kesehatan, kesejahteraan dan kesejahteraan warga Australia; itu yang lebih dulu," kata Morrison. "Tanggung jawab pertama kami adalah kepentingan nasional Australia dan warga Australia," katanya lagi.(mr/snd)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA