Akibat Insiden Cabul, Pemerintah Singapura Tangguhkan Penggunaan Zoom

Konfrontasi - Kementerian Pendidikan Singapura mulai hari ini telah menangguhkan penggunaan aplikasi konferensi video Zoom bagi para guru. Keputusan itu menyusul “insiden sangat serius” pada pekan pertama masa karantina (lockdown) nasional untuk menekan wabah virus corona (Covid-19), ketika sekolah-sekolah menerapkan pembelajaran berbasis rumah.

Insiden sangat serius yang dimaksud adalah munculnya gambar dan komentar-komentar cabul di layar aplikasi tersebut ketika para remaja perempuan sedang mengikuti mata pelajaran geografi bersama guru mereka secara daring. Gambar dan komentar-komentar porno itu ditampilkan oleh dua lelaki yang menyusup ke dalam konferensi video kelas itu.

Pengguna Zoom meningkat drastis setelah jutaan, bahkan miliaran penduduk dunia terpaksa bekerja dan belajar dari rumah menyusul meluasnya wabah Covid-19. Sayangnya, aplikasi milik perusahaan Zoom Video Communications Inc tersebut saat ini memang memiliki masalah keamanan bagi privasi para penggunanya.

“Ini adalah insiden yang sangat serius,” kata pejabat Divisi Teknologi Pendidikan Kementerian Pendidikan Singapura, Aaron Loh, dikutip AFP, Jumat (10/4/2020).

Dia menuturkan, Kementerian Pendidikan Singapura saat ini tengah menyelidiki pelanggaran keamanan tersebut. “Sebagai tindakan pencegahan, guru kami akan menangguhkan penggunaan Zoom mereka sampai masalah keamanan ini diselesaikan,” ujarnya.

Taiwan dan Jerman telah membatasi penggunaan Zoom. Sementara, Google Alphabet Inc pada Rabu (8/4/2020) lalu melarang penggunaan Zoom versi desktop di laptop-laptop milik perusahaan. Zoom Video Communications Inc selaku pengembang aplikasi tersebut kini juga tengah menghadapi gugatan class action.

Kekhawatiran telah berkembang karena kurangnya enkripsi sesi pertemuan ujung-ke-ujung, perutean lalu lintas melalui China serta zoombombing, yaitu ketika tamu tak diundang dapat mengganggu rapat.

Zoom Video Communications Inc dalam keterangan tertulisnya menyatakan, mereka sangat mengutuk perilaku cabul seperti itu. Perusahaan teknologi itu pun berjanji akan menyediakan alat dan sumber daya yang dibutuhkan para pendidik pada platform yang aman dan terjaga. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA