3 Tahun Berjalan, Belum Ada Titik Terang Kasus Tewasnya WNI di Hong Kong

Konfrontasi - Seorang pria Pakistan diduga membunuh kekasihnya yang berasal dari Indonesia. Mayat kekasihnya tersebut ditemukan di luar gedung tempat pria ini tinggal di Hong Kong tiga tahun lalu.

Namun, pria ini menolak mengakui perbuatannya. Penolakannya diutarakan melalui sebuah persidangan di Hong Kong.

Wiji Astutik Supardi merupakan wanita asal Indonesia yang mayatnya ditemukan di dalam kasur di sebuah jalanan Hong Kong tiga tahun lalu. Seorang saksi mengatakan tidak ada yang curiga kasur yang dibuang di pinggir jalan berisi mayat seseorang.

"Tidak ada yang memperhatikan, karena tidak biasa kasur dibuang di tepi jalan. Namun, ada seseorang yang penasaran dan melihat isi kasur tersebut, begitu dibuka, keluar tangan dari dalam," ungkap Jaksa Richard Donald saat membuka kasusnya, seperti dilansir dari South China Morning Post, Jumat 2 Maret 2018.

Wahaj Fyaz, pacar korban, mengaku sempat bertengkar dengan Wiji sesaat sebelum kejadian.

"Pada Sabtu 6 Juni, saya bertengkar dengan kekasih saya. Saya menampar wajahnya dan menendangnya ke lantai, dan hanya itu saja. Kalau mengenai obat bius, kami berdua sama-sama memilikinya," ungkap Wahaj.

Namun, jaksa mengatakan dari hasil otopsi, adanya luka memar di sekujur tubuhnya dan tulang rusuk yang patah. Sementara itu, ada dugaan, seseorang dengan senjata tajam melukai Wiji.

Seorang tetangga Wiji juga mengatakan dia mendengar seorang wanita menjerit. "Sangat keras, seolah-olah dia menderita," kata Chan Chi-pang.

Kasus ini masih terus bergulir padahal sudah tiga tahun lamanya. Alotnya persidangan disebabkan tidak adanya pengakuan dan rasa bersalah dari tersangka. (mtv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...