Peminat Jurusan Tata Boga di Kudus Meningkat

KONFRONTASI-Seiring meningkatnya sarana dan prasarana yang memadai, peminat jurusan tata boga di beberapa SMK di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, juga mengalami peningkatan.

Menurut Pengawas SMK pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus Yuli Rifiani ditemui di sela-sela pembukaan restoran kokiku di SMK PGRI 2 Kudus, Senin, peningkatan peminat jurusan tata boga terlihat dari jumlah kelas di SMK Negeri 1 Kudus yang tahun ini ada tiga kelas, dibanding dua tahun sebelumnya hanya satu kelas.

SMKN 1 Kudus, kata dia, memiliki sarana dan prasarana memadai yang merupakan hasil bantuan Bank Negara Indonesia yang bekerja sama dengan Djarum Foundation.

Sarana dan prasarana tersebut, yakni teaching kitchen dengan standar internasional, ruang kelas memasak dengan cooking theater, dan teaching restaurant sebagai ajang praktik siswa dan siswi dalam menyajikan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia.

Kini, lanjut dia, bantuan serupa dari Djarum Foundation juga diberikan kepada SMK PGRI 2 Kudus yang mulai membuka jurusan tata boga sejak satu tahun yang lalu.

Nilai bantuannya, kata dia, diperkirakan mencapai Rp600-an juta.

Bantuan tersebut, lanjut dia, termasuk untuk kelengkapan pembuatan restoran yang diharapkan menjadi ajang praktik para siswa.

“Meskipun baru ada 20-an siswa jurusan tata boga, nantinya dimungkinkan bertambah seperti halnya siswa jurusan tata boga di SMKN 1 Kudus,” ujarnya seperti dikutip Antara, Senin (19/1/2015).

Lulusan jurusan tata boga, kata dia, juga memiliki prospek bagus karena ada enam siswa lulusan tata boga yang diberi kesempatan bekerja di restoran di Bali milik pakar kuliner Indonesia Wilian Wongso.

Selain itu, kata dia, ada empat hinga enam siswa yang akan ke Belanda menjadi juru masak khusus masakan Indonesia hasil kerja sama dengan KBRI.

Vice President Direktor Djarum Foundation FX Supanji mengungkapkan, prospek juru masak memang cukup bagus karena semua orang butuh makan.

“Apalagi jika memiliki keahlian memasak dengan standar internasional yang hasil masakannya bisa diterima semua orang, tentu semakin terbuka lebar,” ujarnya.[MR/SP]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA