Panada, Warisan Kuliner Manado Citarasa Portugis

Konfrontasi - Topografi Kota Manado, Sulawesi Utara, dibatasi dengan Teluk Manado yang kaya akan biota laut. Kekayaan biota laut ini berimbas hingga ke salah satu kuliner khas Manado yang menggunakan bahan dasar ikan sebagai isinya. Panada namanya, kudapan yang satu ini konon peninggalan bangsa Portugis saat menjajah Manado. Memiliki warna yang kecoklatan, panada bercitarasa gurih dan sangat enak saat kita mencicipinya.

Panada dibuat menggunakan bahan tepung terigu yang telah dicampur dengan kuning telur. Kedua bahan dicampur kemudian mengembang dan ditambahkan dengan isi berupa ikan cakalang yang telah diaduk dengan bawang merah, daun jeruk, cabai merah, dan daun bawang. Adonan ikan cakalang ini kemudian dipotong kecil-kecil hingga bisa masuk ke dalam adonan panada yang terbuat dari tepung.

Proses selanjutnya, panada digoreng diatas penggorengan dengan suhu yang pas. Selanjutnya, panada siap dihidangkan bersama teh atau kopi sebagai teman minum  sambil bersantai. Panada memiliki rasa yang lembut seperti roti pada bagian luarnya. Sedangkan dibagian dalamnya, rasa ikan cakalang akan terasa lebih pedas dan gurih.

Tekstur kue ini sekilas menyerupai pastel. Hanya saja isinya yang sedikit berbeda. Jika pastel menggunakan sayuran sebagai isian, berbeda dengan panada yang menggunakan isian berupa ikan cakalang.

Sejarah Panada sendiri konon telah ada sejak pendudukan bangsa Portugis yang pernah menjajah tanah Minahasa. Panada oleh bangsa Portugis biasa disebut empanada. Namun, oleh rakyat Minahasa bahan-bahan kue ini ditambahkan dengan rempah-rempah khas nusantara sehingga rasanya menjadi pas di lidah orang Indonesia yang terkenal kaya akan rasa ini. 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA