Ini Dia 5 Kopi Termahal di Dunia, Ada yang Berasal dari Kotoran Gajah

KONFRONTASI -   Pencinta kopi di dunia umumnya mempunyai kopi favorit masing-masing. Mulai dari produk lokal sampai internasional. Ada yang rela menyisihkan sebagian uangnya untuk menjajal beragam jenis kopi termasuk yang harganya mahal. Baca juga: 8 Makanan Paling Mahal di Dunia, Ada Kopi Indonesia Capai Rp 11 Juta Per Kilogram Lalu semahal apa kopi yang ada di dunia? Melansir The Manual, berikut daftar kopi yang tergolong mahal.

1. Hacienda El Roble: Rp 1,5 juta per 500 gram

Kopi ini hanya tersedia dalam jumlah tahunan yang sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 22 kilogram per tahun. Origin dari kopi ini pun masih jadi misteri. Pohon kopi ini awalnya dibeli oleh seorang pemilik yang percaya bahwa mereka adalah varietas Geisha yang sangat berharga. Namun ternyata, pohon yang ia beli tersebut varietasnya masih belum diketahui.

Keterangan foto tidak tersedia.

Merasa tidak yakin tentang biji macam apa yang dihasilkan, ia menamai pohon tersebut berdasarkan lahan pertanian di mana mereka tumbuh dan legenda HR61 pun lahir. Di akhir musim, pemilik pohon tersebut sadar bahwa ia memiliki sesuatu yang spesial. Pohon kopi ini tumbuh di sebuah lahan pertanian di selatan Kolombia yang diawasi oleh seorang ahli agronomi. Ia memberikan nutrisi pohon tersebut berupa kompos ayam organik. Biji kopi tersebut pun diproses dengan di-pulping, dikeringkan dengan matahari, dan fermentasi yang diawasi dengan ketat. Satu-satunya tempat untuk mendapatkan kopi ini adalah di sebuah roaster di Melbourne, Australia yang dikenal sebagai Proud Mary. Proud Mary menyimpan ketat semua informasi soal aroma, rasa, dan body dari kopi tersebut. Seorang pencicip kopi yang berkesempatan mencicipinya, mengaku merasakan sedikit rasa manga, peach, dan krim yang berada dalam body kopi yang besar dan creamy dengan aroma bunga yang lembut.

 

2. Ospina Dynasty Gran Café Premier Grand Cru: Rp 2,7 juta per 500 gram

 

Ditemukan pada tahun 1835 oleh sepasang saudara yang kabur dari penjara, pertanian Ospina tumbuh menjadi salah satu pertanian kopi komersial berskala besar pertama. Rumornya, salah satu penjual merk ikonik Juan Valdez, orang yang memakai topi dan seekor keledai kecil di sebelahnya yang terdapat pada gambar di kaleng kopi Colombia House, adalah otak dari keluarga Ospina.

Keterangan foto tidak tersedia.

Pada akhirnya, beberapa keluarga yang menjalankan pertanian tersebut menyertakan tiga presiden Kolombia dan produk tersebut menjadi salah satu kopi paling berharga di dunia. Pohon kopi ini ditanam secara khusus di ketinggian 7500 kaki (2286 kilometer) atau lebih tinggi dari itu, di dataran tinggi abu vulkanis di provinsi Antioquia, Kolombia. Gran Café Premier Grand Cru menawarkan aroma kacang-kacangan dengan sedikit aroma apricot, body kopi yang sedikit kasar tapi tetap seimbang, dan rasa cokelat-almond yang bisa memberikan sensasi garing di lidah.

3. Hacienda La Esmeralda: Rp 1,5 juta – Rp 5,5 juta per 500 gram

Keterangan foto tidak tersedia.

Ada lebih dari satu cara untuk mendapatkan kopi dengan rasa yang sangat enak dengan harga yang mahal. Hacienda La Esmeralda, tumbuh di daerah Boquete di Panama, dianggap jadi salah satu kopi paling berharga di dunia. Berasal hanya dari pohon kopi warisan varietas Geisha, sebuah pohon yang khusus tumbuh di ketinggan 1500 meter di atas permukaan laut. Harganya yang selangit dikarenakan jumlahnya yang sedikit. Hal itu berdampak pada pembagian rasio merata di tahun-tahun tertentu. Selain itu musim tumbuhnya yang sebentar dan juga biaya yang tak sedikit, belum lagi rasanya yang tak tertandingi. Kopi ini punya rasa ringan yang murni dan rasa intens dengan rasa sitrus yang kuat, sekuat kue teh lemon.

 

4. Kopi Luwak: Rp 9,5 juta per 500 gram

 

Gambar mungkin berisi: teks

Salah satu kopi paling mahal dan terkenal di dunia adalah Kopi Luwak, kopi asal Indonesia yang digoreng setelah dimakan, dicerna, dan dikeluarkan lewat kotoran luwak. Ternyata, binatang ini sangat pemilih dalam memakan biji kopi. Mereka hanya memilih untuk memakan biji kopi merah yang paling manis dan segar. Setelah dimakan, biji kopi merah tersebut mengalami proses fermentasi alami di dalam saluran pencernaan luwak. Proses tersebut memberikan karakteristik rasa yang unik yang tidak bisa diproduksi dengan cara lain. Setelah luwak mengeluarkan kotoran, biji kopi yang ikut keluar pun dibersihkan. Lalu digoreng dan diseduh. Karakteristik rasa yang paling terasa dalam kopi luwak adalah rasa plum, teh, dan mawar. Namun perlu diketahui bahwa produksi komersial untuk Kopi Luwak ini diasosiasikan dengan perlakuan tidak wajar terhadap luwak. Maka dari itu, pertimbangkan kembali Ketika kamu membeli Kopi Luwak.

 

5. Black Ivory: Rp 23,7 juta per 500 gram

 

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Nama tersebut terdengar keren, bahkan sedikit misterius, sampai kamu mengetahui bahwa itu merujuk pada kotoran gajah. Diproduksi dengan cara yang sama dengan Kopi Luwak, Black Ivory dimulai dengan biji kopi Arabica yang dikonsumsi oleh gajah-gajah di Thailand bagian utara. Sebagai herbivora, gajah memiliki enzim khusus dan pencernaan yang sangat lambat untuk bisa memproduksi rasa yang unik, lembut, dan empuk di dalam biji kopi yang ia konsumsi. Harga Black Ivory yang sangat mahal berasal dari sulitnya mengekstrak biji kopi yang utuh. Gajah punya kebiasaan untuk mengunyah semuanya dan membuang biji yang tidak mereka kunyah hingga hancur di tempat-tempat yang sulit untuk ditemukan. Tidak seperti Kopi Luwak, kopi ini diproduksi melalui kerja sama dengan tempat penangkaran gajah yang menyelamatkan gajah dari kekerasan di industri pariwisata. Sebagian besar hasil penjualan kopi tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai biaya kesehatan gajah-gajah tersebut.


(Jft/KOMPAS)

 

 

 

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...