7 December 2019

Hati-hati lho ya..? Minuman Manis Tingkatkan Potensi Kanker

KONFRONTASI - ORANG yang mengonsumsi banyak minuman manis memiliki potensi yang lebih besar terkena kanker. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang diungkap British medical journal (BMJ), seperti dilansir Reuters, Kamis, 11 Juli 2019.

Konsumsi minuman manis meningkat drastis secara global dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini berkaitan dengan tingginya kasus obesitas, yang juga sangat berpengaruh pada meningkatnya resiko kanker.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan setiap orang harus membatasi konsumsi gula harian mereka sebanyak kurang dari 10 persen total energi per hari. Bahkan konsumsi di bawah 5 persen, atau sekitar 25 gram gula sehari akan lebih baik.

Bahkan di sejumlah negara seperti Inggris, Belgia, Prancis, Hungaria, hingga Meksiko telah menerapkan pajak tinggi pada gula dengan tujuan untuk memperbaiki kesehatan warganya.

Dilaporkan British medical journal (BMJ), penelitian dilakukan terhadap 101.257 warga Prancis dewasa. Sebanyak 21 persen adalah laki-laki, dan 79 persen lainnya perempuan. Studi mendata asupan minuman manis yang mereka konsumsi, dan mengikuti mereka selama maksimal 9 tahun antara rentang 2009-2018. 

Hal ini dilakukan untuk menilai risiko mereka terhadap semua jenis kanker termasuk kanker payudara, usus besar, dan prostat.

Para peneliti juga menyesuaikan sejumlah faktor risiko kanker yang membingungkan seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat keluarga, merokok, dan tingkat aktivitas fisik.

Hasil penelitian menunjukkan, setiap peningkatan 100 ml minuman manis per hari berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker secara keseluruhan sebesar 18 persen. Adapun peningkatan risiko kanker payudara sebesar 22 persen.

Peneliti kemudian membagi para peminum minuman manis menjadi dua kelompok, yakni mereka yang minum jus buah, dan mereka yang meminum minuman manis lainnya. Kedua kelompok ini juga ternyata berkaitan dengan risiko kanker yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Namun juga dijelaskan, meski penelitian tersebut dilakukan dengan data yang baik dan kuat, tetapi perlu dicatat bahwa hasil penelitian tidak dapat menentukan sebab dan akibat.

"Walaupun penelitian ini tidak menawarkan jawaban kausatif yang pasti tentang gula dan kanker, penelitian ini menambah gambaran keseluruhan mengenai pentingnya mengurangi asupan gula," ujar Amelia Lake, seorang ahli nutrisi kesehatan masyarakat di Universitas Teesside, Inggris.

Dia menuturkan, penelitian tersebut dapat menjadi bukti bahwa konsumsi gula berlebih berkaitan dengan memburuknya kualitas kesehatan. Karena itu mengurangi jumlah asupan gula dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi sangatlah penting.(jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...