23 July 2019

Gammi Bawis-Cumi Terpilih Sebagai Ikon Kuliner Khas Kaltim

KONFRONTASI-Jenis kuliner khas Kota Bontang berbahan baku cumi-cumi terpilih menjadi ikon kuliner khas Kalimantan Timur (Kaltim) dan terpilih menjadi juara pertama Festival Kuliner yang berlangsung pada Sabtu (29/11).

Festival itu memberikan secercah harapan bagi kuliner Kaltim untuk bisa unjuk dalam kancah kuliner nasional. Mengusung tema Kuliner Tradisional Se-Kalimantan Timur, sejumlah daerah turut serta dalam festival kuliner itu, antara lain Kota Samarinda, Bontang, Sangatta, dan Kutai Kertanegara.

Terpilih sebagai juara pertama dalam festival itu adalah kuliner khas Bontang yakni "Gammi Bawis-Cumi". Kuliner berbahan baku makanan laut ini didaulat menjadi ikon kuliner khas Kaltim.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan Tandi Payung yang turut serta dalam pergelaran tersebut mengatakan kuliner khas Kaltim perlu banyak ditampilkan, karena keberagaman budaya yang ada tentu memiliki ciri khas tersendiri dalam cita rasa masakan. Karena itu, kata dia, pemerintah provinsi bekerja sama dengan Dinas Parisiwata Kaltim terus berupaya mensinergikan kuliner dari berbagai daerah ini, untuk dilombakan dan merujuk pada penilaian kuliner terbaik yang akan dijadikan ikon masakan khas Kaltim nantinya.

"Ajang seperti ini tentu saja memberikan nilai positif pada kuliner khas Kaltim. Saya harap pemerintah provinsi terus mendorong pelaku usaha kuliner untuk terus memajukan kuliner khas mereka," kata Henry.

Lebih jauh legislator Partai Gerindra ini mengatakan pemerintah provinsi termasuk DPRD Kaltim akan terus berupaya mendorong kuliner Kaltim agar dapat menampilkan dan mepperkenalkan sajian khas Kaltim dalam kancah nasional. Ia mengatakan banyak cara agar hal ini terwujud, misalnya mengadakan hari khusus dimana seluruh kantor pemerintahan yang menyajikan makan siang bagi karyawannya diwajibkan untuk menyajikan sajian khas daerah di satu hari tertentu.

"Hal ini akan kita mulai dari kesekretariatan DPRD Kaltim. Saya akan rekomendasikan untuk memasukan daftar sajian khas Kaltim dalam menu utama di hari khusus," ujarnya.

Hal ini, menurut Henry, tentu saja akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kuliner Kaltim. Dengan menerapkan pola seperti ini, minimal sajian khas daerah bisa diperkenalkan kepada para pegawai di lingkungan pemerintahan.

Ia mengharapkan kuliner khas daerah akan terus didorong dalam upaya memperkenalkan ke masyarakat luas. Banyak cara untuk mewujudkan hal ini. Selain di sekretariat pemerintah, nantinya akan diupayakan kuliner khas Kaltim harus ada di setiap mal, pasar, bandara, dan pusat keramaian lainnya.[mr/rol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...