Ciutan Netizen Sebut Kopi Bisa Mengecilkan Payudara? Ini Kata Dokter

Konfrontasi - Sebuah twit yang menyebut bahwa seringnya mengonsumsi kopi dapat mengecilkan ukuran payudara, beredar di Twitter pada Jumat, (26/2/2021).

"Minum kopi bikin payudara tepos," tulis akun Twitter @cigeraftersex.

Twit tersebut telah di-retwit sebanyak 20 kali dan telah disukai sebanyak 61 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Selain itu, pemilik akun @cigeraftersex ini menambahkan tangkapan layar yang menyebutkan bahwa wanita yang terlalu sering minum kopi bisa membuat payudara mengecil.

Sejumlah komentar membalas twi tersebut. Di antaranya akun @dagantigantisih yang menyebut hal itu mungkin berhubungan dengan penurunan berat badan efek dari konsumsi kopi. 

"Klo mnum kopi cuma sekali sehari ya ngga. Kecuali lu mnum min 3 kali sehari/berlebihan itu mngkin bisa, nah yg dimksud disini kyaknya bukan bkin tt tepos tp kopi bisa ngebantu nurunin berat badan, nah otomatis klo bb lu turun lemak di tt lu jg bakalan nyusut," tulis dia. 

Namun ada pula komentar yang mengatakan, walaupun sering mengonsumsi kopi namun payudara tidak serta merta mengecil. Lantas, benarkah hal tersebut?

Penjelasan dokter

Dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital, Jakarta Selatan, dr Inge Permadhi SpGK mengungkapkan, hal yang dapat mengecilkan payudara yakni turunnya lemak.

"Yang dapat mengecilkan payudara apabila orang menjadi kurus dan lemaknya menjadi lebih sedikit," ujar Inge dilansir Kompas.com, Minggu, (28/2/2021).

Meningkatkan metabolisme

Inge menjelaskan, kopi yang mengandung kafein diketahui dapat meningkatkan metabolisme dan ada yang memanfaatkannya untuk menurunkan berat badan.

Menurut dia, meski ada hubungan antara kafein dengan menurunkan berat badan, namun jauh untuk saling berkaitan.

Dilansir dari Healthline, (19/11/2019), sebuah studi dari Trusted Source menyebutkan, tidak ditemukan hubungan antara kafein dengan kepadatan payudara.

Hasil yang sama juga diungkapkan pada studi yang dilakukan pada tahun 2019 yakni para remaja yang mengonsumsi kafein tidak menemukan hubungan dengan kepadatan payudara pada wanita pramenopause.

Kafein dan kepadatan payudara

Tetapi pada studi tahun 2018 terhadap 4.130 wanita sehat, Trusted Source menemukan sedikit keterkaitan antara asupan kafein dengan kepadatan payudara.

Adapun hasil studi berbeda-beda, tergantung pada apakah perempuan tersebut premenopause atau postmenopause, berikut rinciannya:

  • Wanita pascamenopause dengan asupan kafein atau kopi tanpa kafein yang lebih tinggi memiliki persentase kepadatan jaringan payudara yang lebih rendah.
  • Wanita pramenopause dengan asupan kopi yang lebih tinggi memiliki persentase kepadatan payudara yang lebih tinggi.
  • Wanita pascamenopause yang menjalani terapi hormon yang memiliki asupan kopi dan kafein lebih tinggi memiliki persentase kepadatan payudara yang lebih rendah.

Sebab, terapi hormon cenderung dikaitkan dengan peningkatan kepadatan payudara secara umum, studi tersebut menunjukkan bahwa asupan kafein dapat mengurangi efek ini.

Riset tentang kafein

Hubungan antara kafein dan kepadatan jaringan payudara belum sepenuhnya dipahami.

Banyak senyawa yang aktif secara biologis (fitokimia) dalam kafein dapat merangsang enzim yang terlibat dengan metabolisme estrogen dan mengurangi peradangan.

Fitokimia ini juga dapat menghambat transkripsi gen dengan menambahkan gugus metil ke molekul DNA.

Sementara itu, dalam pengujian pada hewan, senyawa kopi menekan pembentukan tumor payudara, seperti yang dilaporkan dalam studi tahun 2012 tentang kafein dan kanker payudara.

Selain itu, penelitian bertahun-tahun tentang kafein dan kanker payudara menemukan bahwa minum kopi atau minuman berkafein lainnya tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Umumnya kafein dikonsumsi pada perempuan dewasa muda hingga dewasa.

Kanker payudara

Disebutkan pula bahwa asupan kafein yang lebih tinggi tampaknya menurunkan risiko kanker payudara bagi wanita pascamenopause.

Studi lebih lanjut yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa kafein dan asam caffeic memiliki sifat antikanker dalam kaitannya dengan gen reseptor estrogen.

Asam caffeic memiliki sifat antikanker yang mengurangi pertumbuhan kanker payudara dengan membuat tumor reseptor estrogen lebih sensitif terhadap tamoxifen.

Riset ini setidaknya membutuhkan 1.090 perempuan di Swedia dengan kanker payudara menemukan bahwa konsumsi kopi tidak terkait dengan prognosis penyakit secara keseluruhan.

Perempuan dengan tumor tipe reseptor-estrogen-positif yang minum dua atau lebih cangkir kopi sehari mengalami penurunan 49 persen dalam kekambuhan kanker, dibandingkan dengan wanita serupa yang minum lebih sedikit kopi.

Penelitian yang sedang berlangsung melihat sifat kafein apa yang dapat mempengaruhi risiko kanker payudara dan perkembangan kanker payudara. (kcm/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...