19 July 2018

Wah, Susu Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker Payudara (1)

Konfrontasi - Susu kedelai bermanfaat jika produk kedelai telah terfermentasi. Namun 'tidak' bermanfaat jika produk tersebut adalah non-fermentasi.

The Cancer Council of New South Wales, Australia telah memperingatkan penderita kanker untuk menghindari makanan yang berbahan dasar kedelai. Kedelai non-fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kanker.

Masyarakat awam jarang mengetahui produk kedelai terbagi menjadi 2 jenis yakni produk terfermentasi seperti tempe, kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Sedangkan non fermentasi adalah tahu dan susu kedelai,

Produk kacang kedelai non-fermentasi mengandung zat berbahaya bagi penderita kanker seperti Goitrogen yaitu komponen yang mengganggu fungsi tiroid, menyebabkan hypotiroid dan beresiko menyebabkan kanker tiroid. Soy Online Service menyatakan bayi tidak boleh mengonsumsi kedelai sampai usia remaja. Orang dewasa hanya perlu 30 mg isoflavone per hari untuk 5-8 ons susu kedelai.

Zat Asam Phytic dalam kedelai mengandung asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan. Seng dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem saraf serta mengendalikan mekanisme kadar gula darah sehingga melindungi dari diabetes serta menjaga kesuburan.

Kedelai juga menghambat Trypsin karena mengurangi kemampuan untuk mencerna protein. Dokter melarang konsumsi kedelai dan kacang lima bagi balita. Sedangkan zat Nitrat bersifat karsinogen penyebab kanker terbentuk pada saat pengeringan dan zat beracun lysinoalanin terbentuk selama proses alkalin. Zat aditif buatan terutama MSG perusak sel syaraf terkadang ditambahkan pada produk kedelai untuk menghilangkan “aroma kacang”.

Zat Phytoestrogen juga menyebabkan produksi estrogen rendah. Zat ini diduga penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak. Sedangkan Aluminum kedelai berhubungan dengan penyakit Alzheimer. Susu kedelai mengandung aluminium 11 kali (1100 persen) lebih banyak dibandingkan susu formula biasa.

Produk kedelai non-fermentasi mengandung kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3. Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis, asma, hiperaktif, dan depresi.

Category: 
Loading...