27 January 2020

Keindahan Mentawai Itu yang Menjadi Tujuan Banyak Wisman

KONFRONTASI  -   Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat sungguh mempesona. Keindahan alam dan lautnya menjadi daya tarik yang tiada habisnya. Tak salah jika Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Festival Pesona Mentawai (FPM) untuk mendongkrak pariwisata di kepulauan itu yang tahun ini menargetkan kunjungan 10.000 wisman dan 4.000 wisnus atau naik sekitar 30% dari capaian tahun lalu sebanyak 7.800 wisman dan 2.300 wisnus.

"Mentawai sudah lama dikenal di dunia internasional sebagai destinasi wisata surfing kelas dunia. Tidak kurang dari 70 spot surfing selalu dikunjungi para surfer profesional dunia," kata Meteri Pariwisata Arief Yahya saat melaunching FPM 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa 5 April 2016. Sejauh ini, sebagian besar wisman yang berkunjung ke Mentawai adalah para peselancar atau surfer dari berbagai belahan dunia.

Meskipun Kepulauan Mentawai tidak memiliki sumber daya energi dan mineral, namun dianugerahi pesona alam (bahari) dan budaya sebagai unggulannya. Hanya sektor pariwisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan berpotensi memacu pertumbuhan ekonomi bagi 80.000 masyarakat Mentawai.

“Bila sektor pariwisata berkembang pesat maka pertumbuhan devisa di Mentawai akan sama dengan daerah lain yang memiliki potensi sumber daya energi dan mineral,” kata Menpar seraya memberi contoh, pariwisata Bali yang memberikan kontribusi devisa terbesar bagi negara.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Raseno Arya menambahkan, FPM dimaksudkan bagi terciptanya pertumbuhan pasar industri pariwisata di wilayah pantai barat Sumbar dan tercapainya pertumbuhan peningkatan angka kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara. “Selain itu, akan terwujud kemampuan profesionalitas masyarakat sebagai pelayan wisatawan, serta meningkatnya jasa kepariwisataan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, FPM menjadi langkah awal untuk percepatan pembangunan kepariwisataan di Kepulauan Mentawai sehingga harus mendapat dukungan dari para pelaku pariwisata.

“Kita mengharapkan para mitra pelaku wisata yang bergerak pada berbagai sektor segera berbenah meningkatkan kualitas pelayanannya dalam pelaksanaan Festival Pesona Mentawai, terutama terhadap aspek kebersihan, keramahtamahan, maupun standar pelayanan yang harus sesuai dengan kebutuhan wisatawan,” kata Yudas seraya menyatakan, FPM digelar di Pantai Mapadegat, Kecamatan Sipora Utara, 19-24 April mendatang (juft/PR  )

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...