Pengacara Gatot: Ritual Seks Dilakukan Suka Sama Suka

KONFRONTASI-  Pernyataan Gatot Brajamusti yang telah mengakui kepada polisi dirinya sering mengadakan ritual pesta seks di padepokannya, ditambah laporan artis senior, Reza Artamevia, membuat posisi mantan ketua PARFI tersebut semakin terpojok.

Menanggapi hal tersebut, pengacara Gatot Brajamusti, Ahmad Rifai, mengatakan, sebenarnya tidak ada unsur pemaksaan dalam ritual pesta seks tersebut. Menurutnya, hal itu memang telah direncanakan dan disepakati bersama dengan para korbannya termasuk Reza Artamevia.

"Satu hal, di situ tidak ada yang namanya pelecehan seksual, tidak ada pemaksaan dan lain sebagainya. Bagaimana dia (pelapor) merekonstruksi seolah-olah dirinya dilecehkan, bahwa dia seolah-olah diperkosa coba bayangkan dengan menggunakan logika," ujar Ahmad Rifai, menyampaikan pernyataan Gatot, saat dihubungi sejumlah media di Jakarta, Senin (10/10).

Ditambahkan Rifai, soal kedekatan hubungan Aa Gatot dengan beberapa muridnya yang mengaku dilecehkan, sudah disepakati bersama. Hal itu, menurut Rifai, merupakan hubungan seks yang dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Jika seseorang itu ingin ketemu seseorang, janjian tempatnya di sini, bersama-sama bareng dengan mereka. Lalu mereka misalkan berteman dekat, apa itu bisa dikatakan pelecehan? Nah kalau tidak ketemu di situ (tidak janjian), kemudian 'diapain' itu baru masuk pelecehan. Nah, ini kan sama-sama (berniat melakukan hubungan seks), logikanya di mana?," lanjutnya.

Dalam hal ini, kata Rifai, pihaknya telah menyiapkan sejumlah barang bukti terkait dugaan kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan Aa Gatot terhadap para korbannya.

"Iya, kalau misalkan iya (melakukan hubungan seks) pasti dasarnya akan seperti itu (suka sama suka). Itu yang saya katakan kami punya bukti itu, kami akan mengungkap semuanya," tutupnya.[mr/bst]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA