25 November 2017

Majalah Vogue AS Minta Maaf Soal Klaim 'Gender-Fluid' di Pemotretan Zayn - Gigi

KONFRONTASI  -  Majalah Vogue AS telah meminta maaf karena "salah" dengan mengatakan bahwa musisi Zayn Malik dan pacarnya, model Gigi Hadid telah "menerima identitas gender yang cair".

Dalam wawancara, mantan anggota One Direction dan model AS tersebut berbicara tentang saling meminjam meminjam pakaian masing-masing.

Mereka difoto menggunakan pakaian penuh warna yang bergaya androgini.

Namun pembaca mengolok-olok majalah tersebut karena definisi mereka akan istilah 'gender fluid' atau memiliki identitas gender yang cair, dan menyatakan bahwa pakaian tidak membuat seseorang menjadi 'gender fluid'.

Banyak pengguna media sosial yang mengatakan bahwa istilah tersebut merujuk kepada seseorang dengan identitas transgender tertentu yang tidak mengikuti ekspektasi masyarakat akan identitas laki-laki atau perempuan ataupun mengikuti salah satunya.

Contohnya Jacob Tobia yang menulis di Cosmopolitan, "Jika Anda ingin berbicara tentang komunitas yang terpinggirkan, bicaralah dengan komunitas itu.

"Tak seperti apa yang ditampilkan di pemotretan sampul majalah Vogue ini, kenyataan hidup bagi seseorang yang tidak mengikuti identitas gender tertentu jarang semenyenangkan atau seglamor itu."

'Ini soal bentuk'

Vogue mengisahkan percakapan dengan pasangan tersebut, dengan Hadid mengatakan pada Malik, "Saya selalu melihat-melihat ke lemari bajumu kan?"

Penyanyi berusia 24 tahun itu kemudian menjawab dengan mengatakan bahwa dia meminjam kaus Anna Sui dari Hadid, dan menambahkan, "Saya suka kaus itu. Dan jika ketat, lalu kenapa? Tak masalah kalau kaus itu dibuat untuk perempuan."

Hadid, 22, sepakat, dan mengatakan, "Betul. Ini bukan soal gender. Ini soal bentuk. Dan apa yang terasa nyaman dipakai pada hari itu. Dan menyenangkan untuk bereksperimen."

.

Penulis Vogue Maya Singer berkomentar soal tulisan yang muncul di edisi Agustus majalah tersebut, bahwa bagi banyak anak muda "gender sesuatu yang tidak pasti dan semacam interupsi" dan bahwa ada "ruang yang besar untuk bermain".

Menurutnya, "perilaku yang menganggap enteng kode gender ini menandai sebuah terobosan radikal", dan menambahkan, "Bagi para millennial ini, penanda identitas seperti laki-laki atau perempuan tak menjadi kualitas yang penting - dan cara mereka berpakaian menggambarkan itu."

'Lompatan besar'

Namun penyair Tyler Ford, yang dikutip dalam artikel yang menjelaskan soal norma gender, mencuit (dengan emoji eyeroll): "Satu-satunya kata 'trans' disebutkan oleh saya lewat wawancara."

Wartawan dan penulis Hannah Orenstein mengatakan bahwa dia lebih memilih Tyler untuk menjadi profil daripada Hadid dan Malik, dan mencuit, "Zayn dan Gigi menjadi profil dalam artikel ini soal identitas gender yang cair karena...kadang-kadang mereka saling meminjam baju?"

Yang lainnnya mencuit di Twitter, "Kalian semua sadar kan Zayn di sini tidak mengenakan gaun."

Dan Colette Fahy menulis, "Z&G hanya mengatakan bahwa mereka saling meminjam pakaian. Sebuah lompatan besar bagi majalah itu untuk menyatakan gender fluid."

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, juru bicara Vogue mengatakan, "Tulisan tersebut ditujukan untuk menyoroti dampak dari komunitas gender fluid dan non-biner terhadap dunia mode dan budaya. Kami minta maaf karena tulisan tersebut tidak mencerminkan semangat itu. Kami ingin terus melanjutkan percakapan ini dengan lebih sensitif." (Juft/BBC)

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...