Lagu Halo Bandung Telah DIciptakan Tahun 1929 di Zaman Belanda, Tapi Beda dengan Halo-Halo Band....

KONFRONTASI -    Secara kebetulan saya menemukan sebuah lagu yang amat menyentuh dalam bahasa Belanda berjudul ‘Hallo! Bandoeng!’ Lagu ini tentu tidak sama dengan lagu perjuangan ‘Hallo, hallo Bandung’ baik lirik maupun melodinya. Lagu ‘Hallo! Bandoeng!’ ini diciptakan pada tahun 1929 pada saat hubungan telepon negeri Belanda – Hindia Belanda (Indonesia) mulai operasional pada bulan Januari 1929. Sebelumnya hubungan komunikasi antara ke dua tempat yang berjauhan itu hanya melalui surat dan telegraf. Namun lirik lagu ini tidak berisi pujian terhadap kemajuan teknologi komunikasi, justru melukiskan keharuan dan kesenduan dua hati yang saling berjauhan. Seorang nenek di Belanda yang untuk pertama kalinya mendengar suara cucunya melalui saluran telepon, di saat mana dia sedang mendekati ajal karena penyakit yang dialaminya.

Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh Willy Derby dan kemudian dilantunkan ulang oleh biduanita kelahiran Indonesia Wieteke van Dort. Saya turunkan terlebih dahulu syair dalam bahasa Belanda kemudian sadurannya dalam bahasa Indonesia. Pada akhir tulisan ini akan saya embed lagunya (dari YouTube) yang mudah-mudahan dapat didengarkan oleh sahabat Kompasiana.

Hallo! Bandoeng!

't Oude moedertje zat bevend Op het telegraafkantoor Vriend'lijk sprak de ambt'naar Juffrouw, aanstonds geeft Bandoeng gehoor Trillend op haar stramme benen Greep zij naar de microfoon En toen hoorde zij, o wonder Zacht de stem van hare zoon Refrein: Hallo! Bandoeng! Ja moeder hier ben ik! Dag liefste jongen,zegt zij met een snik Hallo, hallo! Hoe gaat het oude vrouw? Dan zegt ze alleen: Ik verlang zo erg naar jou! Jongenlief, vraagt ze,hoe gaat het Met je kleine bruine vrouw? Best hoor, zegt hij,en we spreken Elke dag hier over jou En m'n kleuters zeggen 's avonds Voor het slapen gaan een gebed Voor hun onbekende opoe Met een kus op jouw portret Refrein :

Wacht eens, moeder, zegt hij lachend 'k Bracht mijn jongste zoontje mee Even later hoort ze duidelijk Opoe lief, tabeh, tabeh! Maar dan wordt het haar te machtig Zachtjes fluistert ze: O Heer Dank dat 'k dat heb mogen horen... En dan valt ze wenend neer Hallo! Bandoeng! Ja moeder hier ben ik! Ze antwoordt niet. Hij hoort alleen 'n snik Hallo! Hallo!...klinkt over verre zee Zij is niet meer en het kindje roept: Tabeh

Saduran bahasa Indonesia :

Perempuan tua itu duduk gemetar di kantor telegraf Dengan ramah petugas operator berkata : ”Ibu, sudah tersambung dengan Bandung” Dengan kaki yang kaku dan gontai, dia berdiri meraih mikrofon Dan saat itu pun, oh sungguh mengagumkan, Dia mendengar suara lembut anak lelakinya Refr : Halo! Bandung! Ya bunda, aku di sini! Salam anakku sayang, katanya dengan menahan tangis Halo, halo! Apa kabarnya, bunda? Dengan suara lirih dia menjawab: Aku sangat merindukanmu, nak! Sayang, dia bertanya, apa kabarnya dengan isterimu yang berkulit sawo matang? Baik-baik saja,bu, katanya, dan kami membicarakan ibu setiap hari di sini Dan anak-anak mengucapkan doa malam sebelum tidur Untuk opung (nenek) yang belum mereka jumpai Dengan mencium potretmu ”Tunggu sebentar, bunda”, katanya sambil tergelak "Aku akan memanggil anakku yang paling bungsu” Tak lama kemudian terdengarlah dengan jelas : ”Opung (nenek) tersayang, tabeh, tabeh!” Tak tertahankan hatinya mendengarnya, ia pun berbisik lembut kepada Tuhan Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengijinkan aku mendengarkan Dan kemudian ia jatuh bersimpuh sambil menangis Halo! Bandung! Ya bunda, aku di sini! Dia tidak menjawab Hanya terdengar isak tangis Hallo! Hallo! Terdengar suara klik di seberang lautan Dia sudah tiada saat putranya berseru : Tabeh!

Dan inilah lagu "Hallo! Bandoeng!" yang amat syahdu. 

Tonton videonya di sini:   https://www.youtube.com/watch?v=dT-WFYKhFlI  (juft/KOMPASIANA/Sandi Apriatnavideo)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...